Pabrik Roti Terbesar di Jalur Gaza, Ownernya Beragama Kristen Bert

BY Rizky SyahputraEdited Thu,14 Jul 2016,11:39 AM

Pabrik Roti Terbesar di Jalur Gaza, Ownernya Beragama Kristen – Spanduk Besar bertuliskan Selamat Menjalankan Puasa Nan berkah, semoga amal ibdah di Terima oleh Allah SWT.

Jalur Gaza – Suarapalestina - Namanya Pabrik Roti Family  terletak di pusat jantung kota Jalur Gaza Palestina, dibuka non stop 1x24 Jam dan tidak pernah sepi dari kunjungan para konsumen, karena rasa dan pelayanan menjadi modal utama keberhasilan dari Pabrik Roti Family.

Kehadiran Pabrik Roti tentu sangat membantu mengurangi pengangguran yang menjadi factor utama kian bertambah keluarga fakir di Gaza, mayoritas dari para pekerja Pabrik Bergama Islam dan sebagian beragama Kristen khususnya bagian kantor adminitrasi yang dikelola langsung oleh para putra pemilik Pabrik Roti.

Uniknya setiap kali tiba bulan Puasa maka manajemen Pabrik Roti Family selalu membagikan selebaran dalam bentuk liflet kepada masing-masing pembeli, liflet ada foto Masjid Alaqsa tertera jadwal sholat 5 waktu dan waktu Imsak(akhir detik santap Sahur), doa buka puasa dan doa sahur.

Selain liflet, di pintu masuk Pabrik terpampang spanduk besar panjang bertuliskan : Bertepatan bulan Suci Ramadhan, kami segenap jajaran Pabrik Roti Family Gaza City, dari hati yang paling dalam ingin mengucapkan Selama menjalan Ibadah Puasa nan berkah, semoga Amal ibadah dan ketaatan kita di terima oleh Allah SWT – Semoga selama pergantian tahun kita dan kalian selalu dalam kebaikan, ttd . Manajeman Pabrik Roti Family Gaza Palestina.

Jumlah penduduk Jalur Gaza kurang lebih 1,9 juta jiwa, terdapat tak kurang dari 3000 jiwa penganut agama Kristen, mereka hidup berdampingan dengan Muslimin di Gaza, baik bermuamalah maupun dalam persahabatan. Tidak pernah terjadi keributan SARA bahkan tidak ada yang namanya misionaris, mereka hidup aman bersama muslimin Palestina di Jalur Gaza, begitu akrab dengan pemerintah Palestina.

Silih berganti agresi Israel keatas wilayah Jalur Gaza, tidak hanya warga sipil Gaza yang menjadi korban akan tetapi orang Kristen yang menetap di Jalur Gaza pun menjadi korban kekerasan Israel, akhirnya tidak sedikit dari penganut Kristen yang Hijrah ke negara lain seperti Yunani, Jerman dan negara lainnya.

leave a reply