Ironi pesawat-pesawat Rusia

BY Mahmoud Abu ShariaEdited Fri,25 Nov 2016,11:53 AM

Ironi pesawat-pesawat Rusia

Pada waktu yang bersamaan, Rusia mengirim pesawatnya yang disertai dengan senjata mematikan dan juga terlarang   untuk menggempur orang-orang Suria di sejumlah wilayah, kini Rusia justru mengirim pesawat-pesawat pemadam kebakaran untuk mematikan api di sejumlah titik untuk membantu Israel. 

Bumi  Aleppo dan Douma terus dihujani peluru dan bom cluster yang dibawa oleh pesawat perang Rusia, ditambah dengan material zat Thermite yang membakar begitu cepat saat ditembakkan dengan kecepatan 180 detik.

Selain itu, pesawat-pesawat Rusia juga menggunakan zat Fosfor putih yang terlarang menurut hukum internasional. Zat itulah yang melenyapkan jiwa ribuan rakyat Suria menjadi kepingan karbon hitam yang mengenaskan. 

Akan tetapi apa yang terjadi di Israel sungguh jauh berbeda. Rusia ikut bergabung dengan negara-negara seperti Italia, Kroasia, Yunani, Cyprus dalam rangka memadamkan api yang terus menyala dan menjalar luas di wilayah Israel. 

Menurut perkiraan, akan tiba pada hari Kamis, 24-11-2016, 8 pesawat pemadam kebakaran. Setiap pesawat membawa 10 ton material yang mampu mematikan api. Demikian pula akan didatangkan pesawat pemadam  raksasa Rusia jenis Beriev-200. 

Pesawat Rusia itu mampu mendarat di atas permukaan air, selain itu mampu memuat sekitar 12 ton zat anti api. Pesawat jenis Beriev-200 sudah pernah digunakan sebelumnya pada peristiwa kebakaran  Karmel sekitar 6 tahun lalu. Namun demikian, pesawat tersebut masih lebih kecil jika dibandingkan dengan pesawat milik Amerika jenis Supertanker yang berkekuatan membawa  95 ton zat anti api. Pesawat Amerika ini mampu terbang dan keliling di atas lokasi kebakaran meski diterpa angin yang cukup kencang. 

Perhatikanlah, di sana jelas ada kontradiksi dengan apa yang kita lihat. Pesawat-pesawat Rusia siap untuk memadamkan api yang berkobar di Israel, namun terus tiada henti menggempur wilayah Suria dengan rudal-rudal yang mematikan. 

Menurut data Jaringan HAM Suria, hingga kini Rusia telah membunuh sedikitnya 3291 rakyat sipil secara ilegal sepanjang satu tahun ini. Jika dirinci mereka terdiri dari 911 anak-anak dan 619 kaum wanita, demikian pula aksi pembantaian berdarah yang dilakukan militer Rusia sebanyak 169 pembantaian. 

Selain korban nyawa yang terus berjatuhan, Rusia juga menghantam dan menghancurkan sejumlah sarana vital milik sipil di Suria semisal  59 bangunan pusat kesehatan yang mengakibatkan tewasnya sekitar 32 pekerja medis. 

Di sini orang-orang Suria bertanya, apakah kebakaran tidak boleh terjadi di Israel, sedangkan kami  tidak akan  mati kecuali “dibakar”?

leave a reply