10.000 Liter solar untuk 100  masjid di Gaza, hadiah dari muslim Indonesia saat Gaza dilanda krisis listrik

Jalur Gaza, SPNA –  Lebih dari 10 tahun rakyat Palestina di Jalur Gaza menjalani kehidupan yang cukup sulit. Mulai dari angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat, hingga kelangkaan bahan bakar minyak yang berlangsung hingga hari ini.

BY Rara Atto Edited Wed,24 May 2017,08:03 AM

SPNA - Gaza City

10.000 Liter solar untuk 100  masjid di Gaza, hadiah dari muslim Indonesia saat Gaza dilanda krisis listrik

Jalur Gaza, SPNA –  Lebih dari 10 tahun rakyat Palestina di Jalur Gaza menjalani kehidupan yang cukup sulit. Mulai dari angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat, hingga kelangkaan bahan bakar minyak yang berlangsung hingga hari ini.

Semua ini  terjadi tidak lepas dari  blokade Israel, termasuk   dampak negatif  dari deretan  invasi militer Israel  ke Jalur Gaza - yang secara otomatis -  menyisakan kerusakan infrastruktur di mana-mana.

Fakta  yang  sangat memprihatinkan saat ini bahwa pemadaman listrik terus  terjadi berjam-jam setiap hari, bahkan bisa berlangsung hingga 20 jam dalam sehari. Apalagi satu-satunya stasiun pembangkit tenaga listrik ikut  dibombardir oleh Israel saat terjadi perang pada tahun 2008.

Berangkat dari fakta tersebut, relawan asal Indonesia,  Abdillah Onim –yang akrab disapa Bang Onim- berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana khusus untuk sedekah solar dan bensin, dimana hasil sedekah itu akan disalurkan ke 100 masjid yang terletak di seluruh wilayah Jalur Gaza. Terlebih, dalam berapa hari kedepan kaum muslimin akan memasuki bulan Ramadhan, maka krisis listrik yang berkepanjangan akan berimbas langsung pada masjid-masjid di Jalur Gaza.

Kondisi Gaza semakin terisolir. Selain dari Israel, Gaza memperoleh pasokan listrik dari Mesir, itu pun tidak selalu ada. Adapun bahan bakar minyak hanya boleh dipasok oleh otoritas Israel, yang mengelola ladang bisnis mereka di Jalur Gaza. Harga solar di Jalur Gaza mencapai 5 Sheqel atau setara Rp.14.000 per liter dan bisa meningkat hingga Rp.20.000 per liter.

Bantuan  ini diharapkan dapat mengurangi beban penderitaan yang dialami kaum muslimin Palestina di Jalur Gaza sehingga kegiatan ibadah selama Ramadan , seperti; shalat tarawih, tilawah dan lain sebagainya, dapat berjalan dengan lancar.

Pendistribusian solar sebanyak 10 ribu liter  ini dilakukan pada hari Senin, (22/05/2017). Total masjid yang mendapat bantuan ini sekitar 100 masjid, sehingga setiap masjid mendapatkan jatah  sebanyak  100 liter solar. Dengan 100 liter solar dan bensin dapat menerangi masjid selama satu bulan penuh, mengaktifkan pengeras suara dan menerangi masjid saat sahur bersama.

Kegiatan semacam ini telah dilakukan sejak tahun 2014, dimana kala itu pembagian bahan bakar solar dilakukan untuk  30 masjid. Maka sejak saat itu hingga kini, jumlah masjid yang mendapat jatah bantuan solar ini terus bertambah.

Selain pendistribusian solar, sejumlah bantuan untuk kegiatan sosial juga telah diberikan oleh muslimin Indonesia, terlebih di bulan suci Ramadan. Antara lain, pembagian paket makanan takjil (buka puasa) kepada keluarga yang membutuhkan, pendistribusian obat-obatan dan  makanan untuk  sejumlah rumah sakit dan pusat kesehatan di Jalur Gaza.

Demikian pula di hari raya khususnya hari raya Idul Adha, tidak sedikit muslimin Indonesia yang memilih Jalur Gaza sebagai tempat penyembelihan dan pendistribusian daging kurban mereka. Sejumlah tokoh agama dan imam masjid menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas bantuan kemanusiaan ini yang terus digalakkan  untuk  mengurangi derita rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Saat proses penyerahan solar dan bensin, para takmir masjid serta muslimin Palestina mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada saudara mereka di Indonesia, terkhusus mereka yang berkontribusi dalam sedekah solar dan bensin.

Mari bersedekah solar dan bensin untuk masjid di Jalur Gaza. Saat ini Gaza sedang dilanda krisis listrik.

Rekening Donasi Khusus Kemanusiaan Palestina:  

69000 90001 BNI Cabang Kramat Jakarta Pusat

A.n. Abdillah Onim

 

Laporan wartawan SPNA Gaza City, Reham Abu Ajwa

Penerjemah:  Ihsan

 

 

leave a reply