Memasuki Idul Fitri, keterpurukan ekonomi masih landa Al-Quds

BY Rara Atto Edited Tue,27 Jun 2017,08:12 AM

Memasuki Idul Fitri, keterpurukan ekonomi masih landa Al-Quds

Al-Quds, SPNA – Idul Fitri menjadi perayaan sekaligus hari libur yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. Menjelang kedatangan hari tersebut, pasukan pendudukan Israel secara intensif melakukan berbagai tindakan guna melemahkan perekonomian terhadap dagangan dan pertokoan di Al-Quds. Hal ini dilakukan agar warga setempat tidak menikmati hari libur mereka.

Para pedagang mengeluhkan berbagai kebijakan otoritas pendudukan di kota tersebut yang terlalu dipaksakan kepada mereka, khususnya pasca terjadinya serangan di Bab al-Amud beberapa waktu lalu. Selain itu, keberadaan Tembok Pemisah telah mencegah para pengunjung untuk datang ke kota tersebut.

Ziad al-Hamouri, direktur Pusat Hak-Hak Sosial dan Ekonomi Yerusalem mengatakan bahwa pedagang Yerusalem selalu menanti kedatangan bulan Ramadan setiap tahunnya dan berharap bahwa Idul Fitri akan menjadi masa pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data statistik, 82% penduduk al-Quds hidup di bawah garis kemiskinan. Kebijakan Israel yang memberlakukan hukuman kolektif dan penutupan beberapa jalan utama telah mempengaruhi sektor komersial di kota itu.

Dan Idul fitri tahun ini datang dengan kondisi ekonomi yang sulit. Pihak Israel berulang kali menutup pos pemeriksaan dan melecehkan warga Palestina.

Para pedagang di Al-Quds menghadapi kondisi yang lebih sulit dibandingkan pedagang di provinsi-provinsi lain di Tepi Barat.

 

SPNA Gaza City

Sumber: Palestinian Information Center, Penerjemah: Ratna

leave a reply