Israel menembak imam Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, SPNA - Imam Masjid Al-Aqsa, Syeikh Ikrima Sabri, terluka akibat peluru karet yang ditembakkan oleh pasukan Israel setelah melaksanakan sholat, Selasa (18/07/2017), sebagaimana keterangan yang dikeluarkan oleh salah satu petugas medis Palestina.

BY Abdelhamid Akkil Edited Wed,19 Jul 2017,11:33 AM
8.jpg

Anadolu Agency - Gaza City

Al-Quds, SPNA - Imam Masjid Al-Aqsa, Syeikh Ikrima Sabri, terluka akibat peluru karet yang ditembakkan oleh pasukan Israel setelah melaksanakan sholat, Selasa (18/07/2017), sebagaimana keterangan yang dikeluarkan oleh salah satu petugas medis Palestina.

Sang imam baru saja melaksanakan sholat Isya’ ketika polisi Israel berusaha membubarkan dengan paksa jama’ah yang sedang beribadah. Akibatnya, banyak dari mereka yang terluka, bahkan sebagian besar mengalami luka serius, menurut keterangan Bulan Sabit Merah Palestina.

Syaikh Sabri segera dilarikan ke RS. Al Maqassid di Al-Quds dan belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi beliau.

Penembakan itu terjadi setelah beberapa jam pasca Rafaat al-Herbawi (30) gugur dalam sebuah demonstrasi di area masjid. Ketegangan di kawasan Masjid Al-Aqsa meningkat pasca insiden penembakan yang terjadi pada hari Jumat pekan lalu.

Pada hari Ahad, Israel kembali membuka kompleks Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock, setelah ditutup selama dua hari. Namun para jama’ah menolak masuk dan memilih melaksanakan shalat di luar kompleks, sebagi bentuk penolakan atas kebijakan baru Israel yang diterapkan di kawasan itu. Seperti diketahui, untuk menjaga “keamanan” di kawsan tersebut, Israel telah memasang metal detektor dan menempatkan lebih banyak kamera pemantau.

Sejak Agustus 2015, Israel telah memberlakukan pembatasan terhadap para jama’ah yang akan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa. Tercatat 300 warga Palestina telah wafat dalam ketegangan yang terus berlanjut sejak awal Oktober 2015.

Rezim Tel Aviv telah mencoba mengubah susunan demografis al-Quds selama beberapa dekade terakhir dengan membangun permukiman, menghancurkan situs-situs bersejarah dan mengusir penduduk Palestina. Warga Palestina mengatakan bahwa tindakan Israel ini ditujukan untuk membuka jalan bagi Yahudisasi kota Al-Quds.

 

 Penerjemah: Ratna

leave a reply