Mesir dan Turki serukan Israel untuk hentikan deskrimasi terhadap warga Palestina dan tidak membatasi kebebasan bergama

Jalur Gaza, SPNA – Pemerintah Mesir yang dipimpin oleh Presiden Abdul Fattah al-Sisi menuntut Israel untuk menghentikan tindak kekerasan dan deskriminasi terhadap warga Palestina.

BY Abdelhamid Akkil Edited Sat,22 Jul 2017,11:58 AM
3.png

Youm7 - Gaza City

Jalur Gaza, SPNA – Pemerintah Mesir yang dipimpin oleh Presiden Abdul Fattah al-Sisi menuntut Israel untuk menghentikan tindak kekerasan dan deskriminasi terhadap warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya di Kairo, Jumat (21/07/2017), menyatakan kekhawatirannya terhadap jatuhnya korban sipil akibat kekerasan yang dilakukan Israel.

Mesir juga menuntut Israel untuk menghormati tempat suci dan hak  bangsa Palestina dalam mengerjakan kewajiban beragama tanpa terikat dengan aturan yang berlebihan.

Semenara itu, PM Turki Ben Ali Yildirim menyatakan bahwa pintu pemeriksaan elektrik di gerbang Al-Aqsa dapat merusak toleransi antar umat beragama.

Yildirim menambahkan bahwa Al-Aqsa adalah situs yang sangat dihormati oleh umat Islam.

Menurutnya, tindakan Israel dengan menutup Al-Aqsa lalu memasang pintu dengan dalih untuk menaggulangi terorisme adalah tindakan yang salah karena hal ini justru menambah ketegangan di kawasan serta merusak toleransi antara umat bergama.

 

Penerjemah: Rizky Syahputra

leave a reply
Posting terakhir
Turki batasi kebebasan berinternet warganya

Turki batasi kebebasan berinternet warganya

Freedom House, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, D.C, merilis laporan yang menyebutkan bahwa Turki terdaftar di antara negara-negara di mana kebebasan internet sangat dibatasi.