Keamanan Israel lepaskan detektor logam di Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, SPNA - Kabinet keamanan Israel dalam pertemuan yang digelar pada Senin malam (24/07/2017), memutuskan untuk membuka detektor logam yang ditempatkan di gerbang Al-Aqsa di kota Al-Quds.

BY Abdelhamid Akkil Edited Tue,25 Jul 2017,10:11 AM
2.jpg

Haaretz - Gaza City

Al-Quds, SPNA - Kabinet keamanan Israel dalam pertemuan yang digelar pada Senin malam (24/07/2017), memutuskan untuk membuka detektor logam yang ditempatkan di gerbang Al-Aqsa di kota Al-Quds. Detektor logam telah membangkitkan gelombang protes warga Palestina di seantero Al-Quds dan Tepi Barat, yang kemudian bergema di seluruh dinia Arab. Tampak pasukan keamanan telah melepaskan, setidaknya, beberapa detektor logam pada Senin malam.

Seorang pejabat senior Israel yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam tersebut mencatat bahwa detektor logan tersebut, “Akan digantikan dengan sebuah teknologi canggih,” yang memungkinkan adanya,”pemeriksaan cerdas,” di Kota Tua Al-Quds guna menjamin keamanan pengunjung Masjid Al-Aqsa.

 “Kabinet menerima rekomendasi dari pejabat keamanan untuk mengganti detektor logam dengan pemeriksaan keamanan dengan menggunakan teknologi canggih – pemeriksaan cerdas – dan cara lain guna menjamin keamanan para pengunjung dan jama’ah di Kota Tua Al-Qud,” ungkap kabinet dalam sebuah pernyataan.

Media Israel Haaretz melaporkan, pejabat senior tersebut juga mencatat bahwa selain detektor logam, beberapa kamera yang telah dipasang dalam beberapa hari terakhir, akan dilepaskan.

Ia mengatakan, polisi akan merumuskan recana pemasangan sistem keamanan baru di Kota Tua untuk mengatasi kebutuhan kemanan di kompleks tersebut. Menurutnya, kabinet keamanan telah mengalokasi dana sebesar 100 juta shekel untuk Kepolisian Israel dan Kementerian Keamanan Umum guna mempersiapkan dan akhirnya menerapkan sistem baru itu.

Seperti diketahui, detektor logam dipasang di Masjid Al-Aqsa setelah pemuda Palestina berhasil menewaskan dua anggota pasukan Israel di kompleks tersebut. Pasukan Israel kemudian merespon dengan menutup kompleks dan melarang pelaksanaan shalat pada hari yang sama. Dua puluh empat jam pasca kejadian tersebut, PM Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pemasangan detektor logam di kawasan tersebut.

Sebagai protes atas hal tersebut, warga muslim Palestina menolak memasuki masjid melalui detektor logam, dan selama seminggu berikutnya, mereka melaksanakan shalat di luar Masjid Al-Aqsa.

Atas tindakan ini, berbagai tekanan pun dirasakan oleh Israel. Salah satunya adalah pada Jumat malam, tiga orang Israel di permukiman Halamish di Tepi Barat, tewas dalam dalam sebuh aksi penikaman yang dilakukan oleh seorang pemuda Palestina.

 

Penerjemah: Ratna

leave a reply
Posting terakhir