Pasukan Israel siaga hadapi demonstrasi di Al-Aqsa pasca shalat Jumat

Al-Quds, SPNA - Pasukan Israel bersiap menghadapi kemungkinan demonstrasi di Al-Quds dan Tepi Barat pada hari Jum'at ini.

BY Abdelhamid Akkil Edited Sat,29 Jul 2017,08:31 AM
5.jpg

Times of Israel - Gaza City

Al-Quds, SPNA - Pasukan Israel bersiap menghadapi kemungkinan demonstrasi di Al-Quds dan Tepi Barat pada hari Jum'at ini. Hal ini karena ketegangan di Al-Aqsa masih berlangsung, bahkan meski para pemimpin muslim telah mengakhiri protes mereka terkait pengaturan keamanan Israel di kawasan suci tersebut.

Petugas polisi tambahan dan penjaga perbatasan diperintahkan untuk dikirim ke pusat berlangsungnya demonstrasi di Al-Quds. Sementara itu, militer akan ditempatkan di Tepi Barat, guna menghadapi demonstrasi yang mungkin terjadi setelah pelaksanaan Shalat Jumat.

Hingga hari Kamis (27/07/2017), ketegangan masih saja berlanjut, bahkan setelah Israel menghapus serangkaian tindakan keamanan yang dipasang di pintu masuk Masjid Al-Aqsa.

Kamis pagi waktu setempat, warga Palestina merayakan keberhasilan mereka dan menyambut seruan otoritas muslim setempat untuk berkumpul guna melaksanakan shalat di Masjid Al-Aqsa. Ini menjadi shalat pertama yang dilaksanan di dalam masjid tersebut, sejak terjadinya ketegangan dalam 11 hari terakhir.

Namun, saat warga berdesakan di salah satu satu gerbang kompleks di Kota Tua itu, polisi Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan mereka. Puluhan orang dilaporkan terluka dalam insiden itu. Bentrokan juga pecah saat warga Palestina mencoba mengibarkan bendera di Masjid Al-Aqsa.

Channel 2 melaporkan bahwa sepuluh petugas Israel terluka dalam bentrokan tersebut.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina Sekitar 115 warga Palestina dirawat akibat luka-luka saat bentrokan di dalam kompleks dan di daerah sekitarnya. Seorang juru bicara mengatakan bahwa luka-luka tersebut terutama disebabkan oleh peluru karet, luka bakar dan memar. Ia menambahkan bahwa 15 orang dirawat di rumah sakit.

Saat senja di hari yang sama, bentrokan antar warga Palestina dan pasukan Israel kembali pecah. Bulan Sabit Merah melaporkan, setidaknya delapan orang terluka.

Menanggapi situasi yang masih terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan kepolisian untuk menambah jumlah pasukan. Ia juga menekankan untuk membatasi jumlah pemuda Palestina yang akan memasuki masjid, sebagai langkah antisipasi terhadap demonstrasi yang mungkin terjadi setelah shalat Jumat.

 

Penerjemah: Ratna

leave a reply