Helikopter IDF terjatuh dalam latihan di selatan Israel

Negev, SPNA - Sebuah helikopter terjatuh dalam misi pelatihan di sebuah pangkalan di selatan Israel, Senin malam (07/08/2017). Akibat insiden itu, sang pilot dikabarkan tewas, sementara co-pilot mengalami lika serius.

BY adminEdited Tue,08 Aug 2017,12:38 PM
8.jpg

Times of Israel - Gaza City

Negev, SPNA - Sebuah helikopter terjatuh dalam misi pelatihan di sebuah pangkalan di selatan Israel, Senin malam (07/08/2017). Akibat insiden itu, sang pilot dikabarkan tewas, sementara co-pilot mengalami lika serius.

Sesaat sebelum pukul 09:00 waktu setempat, pilot melaporkan bahwa helikopter tersebut mengalami beberapa masalah saat terbang di Pangkalan Udara Ramon di gurun Negev.

Juru bicara tentara menjelaskan bahwa beberapa menit setelah laporan tersebut, helikopter kemudian masuk untuk mendarat, dan pada saat itulah helikopter terjatuh di landasan. Helikopter itu terbang relatif rendah pada saat kecelakaan tersebut terjadi.

Kecelakaan ini terjadi satu pekan pasca pendaratan darurat yang dilakukan oleh helikopter jenis Apache yang lain. Hingga kini penyebab kecelakaan tersebut belum bisa dipastikan. Sebuah tim investigasi telah dikirim ke tempat kejadian untuk mendapat petunjuk di antara reruntuhan helikopter itu.

Dipastikan, sang pilot yang merupakan mayor Angkatan Udara Israel, tewas dalam insiden kecelakaan tersebut. Sedangkan co-pilot, yang merupakan seorang letnan, terluka parah. Juru bicara militer menjelaskan bahwa pesawat tersebut hanya ditumpangi oleh keduanya. Ia mengungkapkan bahwa dalam keadaan tidak sadar, co-pilot tersebut segera dilarikan ke Beersheba's Soroka Medical Center untuk perawatan.

Pilot dan co-pilot  tersebut adalah anggota Skuadron ke-190 angkatan udara, yang juga dikenal sebagai Skuadron Magic Touch, yang menerbangkan Boeing Apache, khususnya model AH-64A Peten (Cobra).

Pihak militer menampik rumor yang menyebar di media sosial yang mengatakan bahwa seorang perwira senior, khususnya Kepala Staf  IDF Gadi Eisenkot, berada di helikopter pada saat kecelakaan itu terjadi.

Pada Senin malam,  juru bicara militer mengatakan bahwa kepala IAF Mayjen Amir Eshel menunjuk seorang kolonel angkatan udara untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Setelah kecelakaan itu, penerbangan seluruh armada Apache dihentikan sampai penyelidikan kecelakaan itu selesai. Israel memiliki dua skuadron Apache, yang terbang keluar dari Pangkalan Udara Ramon.

Keputusan tersebut menandai kedua kalinya dalam tahun ini di mana angkatan undara melarang helikopter penyerang tersebut untuk terbang karena masalah teknis.

Pada bulan Juni, komandan IAF juga melarang penerbangan seluruh armada Apache, setelah ditemukan celah di baling-baling belakang salah satu helikopter.

Bulan lalu, helikopter dibersihkan untuk kembali melakukan penerbangan. Penerbangan Senin malam tersebut merupakan bagian dari proses yang dilakukan secara bertahap mengembalikan helikopter untuk bisa kembali menjalankan fungsinya.

Tidak  jelas apakah kecelakaan Senin malam itu disebabkan oleh masalah yang berhubungan dengan baling-baling atau tidak.

Namun, Apache yang mengalami masalah sepekan lalu adalah jenis AH-64D Sheref (Viper), merupakan versi yang berbeda dengan helikopter yang jatuh Senin malam itu.

Inspeksi pada bulan Juni menemukan adanya celah pada salah satu helokopter jenis Apache, namuntidak pada yang lain, sehingga diperbolehkan untuk terbang. Para inspektur menyimpulkan bahwa retakan tersebut disebabkan oleh penggunaan helikopter yang telah melampaui batas. Di mana tercatat helikopter tersebut telah terbang lebih dari dari 2.000 jam terbang pada saat retakan mulai terjadi.

Angkatan udara mengatakan akan menetapkan peraturan keselamatan baru, termasuk memperpendek umur baling-baling sebesar 80 persen dan menerapkan pemeriksaan sinar-X reguler untuk semua bilah baling-baling.

Israel mengandalkan helikopter serang Apache untuk memberikan dukungan udara pada  pasukan darat, sementara helikopter jenis lain digunakan untuk pergerakan pasukan dan pasokan transportasi. (T.RA/S: Times of Israel)

leave a reply