Raja Yordania kunjungi Palestina

Tepi Barat, SPNA - Raja Yordania Abdullah II telah memulai kunjungan ke Tepi Barat untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas,

BY adminEdited Tue,08 Aug 2017,12:42 PM
7.jpg

Al Jazeera - Gaza City

Tepi Barat, SPNA - Raja Yordania Abdullah II telah memulai kunjungan ke Tepi Barat untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di tengah ketegangan antara Palestina dan Israel terkait krisis Masjid Al-Aqsa.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Abbas mengucapkan terima kasih kepada raja atas upaya yang dilakukan atas nama orang-orang Palestina, termasuk selama krisis Al-Aqsa, kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh. Ia juga menjelaskan  bahwa Raja Abdullah menyatakan dukungannya untuk Abbas dan Palestina.

Kunjungan Raja Abdullah ke Tepi Barat kali ini, adalah yang pertama dalam lima tahun terakhir. Kunjungan ini pun berlangsung pasca dua minggu meningkatnya ketegangan di Al-Quds setelah Israel memasang detektor logam di pintu masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa - situs tersuci ketiga umat Islam.

Yordania adalah negara yang memegang hak untuk menjaga kompleks suci tersebut, yang mencakup Masjid Al-Aqsa dan Done of The Rock.

Peran Abdullah adalah sebagai pemelihara tempat suci yang merupakan komponen kunci dari hak kekuasaanya

Scott Heidler dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Jersualem Barat, mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk membentuk sebuah komite krisis mengenai kompleks Al-Aqsha.

"Mereka mengatakan bahwa ada pelanggaran yang telah  sering dilakukan oleh pasukan Israel di kompleks Al-Aqsa. Keduanya ingin menjalin kerja sama yang lebih erat lebih guna menghadapi krisis di masa depan. Krisis yang menurut mereka tidak dapat dihindari, jika disandarkan pada cara Israel menghadapi persoalan tersebut.

"Ke depan, keduanya akan membentuk sebuah komite, dan akan menjalin koordinasi yang lebih baik lagi guna menghasilkan rencana yang lebih baik pula untuk kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasca meningkatnya ketegangan yah melanda kawasan suci Al-Aqsa, Abbas pun menangguhkan semua kerja sama dengan Israel. Di tempat terpisah, insiden penembakan dua orang warga Yordania di Kedutaan Israel di Amman, juga telah meningkatkanketegangan hubungan Yordania dan Israel. Raja Abdullah dengan tegas  mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menyambut baik penjaga keamanan –pelaku pembunuhan tersebut- saat kembali ke Israel.

Polisi Israel mengatakan penyelidikan atas pembunuhan tersebut sedang dilakukan.

"Perdana menteri Israel harus mematuhi tanggung jawabnya dan menempuh upaya hukum yang menjamin adanya pengadilan bagi sang pembunuh tersebut, daripada menanganinya melaui demonstrasi politik demi kepentingan probadi," kata Abdullah bulan lalu.

Sejak insidem penembakan di kedutaan, Raja Abdullah mengatakan bahwa dia akan menyumbangkan $ 1,4 juta kepada administrasi Muslim di Al-Aqsa. Secara terpisah, Abbas mengatakan bahwa pemerintahannya sendiri di Tepi Barat akan mengalokasikan $ 25 juta untuk memperbaiki layanan bagi warga Palestina di Al-Quds. (T.RA/S: Al Jazeera)

leave a reply