Otoritas Palestina desak pegawai kementerian kesehatan Gaza untuk pensiun dini

Gaza, SPNA - Keputusan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang mendesak pegawai pemerintah di Gaza untuk mengambil pensiun dini akanmelahirkan resiko pada pelayanan kesehatan, ungkap Ashraf Al-Qidra , juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina wilayah tersebut, Senin(07/08/2017).

BY adminEdited Wed,09 Aug 2017,11:11 AM
6.jpg

Middle East Monitor - Gaza City

Gaza, SPNA - Keputusan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang mendesak pegawai pemerintah di Gaza untuk mengambil pensiun dini akanmelahirkan resiko pada pelayanan kesehatan, ungkap Ashraf Al-Qidra , juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina wilayah tersebut, Senin(07/08/2017). Ia mengatakan kepada Quds Press bahwa 40 persen pegawai kementeriannya akan terpengaruh oleh langkah awal pensiun.

"Ini adalah sudut ketiga dari segitiga kematian Abbas," jelas Al-Qidra. "Yang pertama adalah menghentikan obat-obatan ke Gaza; Yang kedua menghentikan rujukan pengobatan medis; Yang ketiga adalah mendesak pegawai kementerian kesehatan untuk pensiun dini. "

Dia mengatakan bahwa ada 3.679 pegawai di kementriannya yang dibayar melalui perjanjian nasional yang dikelola oleh Otoritas Palestina (PA) di Ramallah. Dia mengatakan bahwa mereka semua menghadapi kewajiban pensiun dini.

Menurut Al-Qidra, di antara para pegawai tersebut 942 dokter, termasuk konsultan dan spesialis. Di samping dokter, terdapat pula 876 perawat, 221 apoteker, 96 spesialis X-Ray dan 55 ahli fisioterapi, serta 99 ahli perawatan dan teknik. Juru bicara tersebut memperingatkan bahaya yang mengancam pelayanan kesehatan di wilayah yang terkepung itu, jika mereka kehilangan begitu banyak dokter dan perawat, yang merupakan tulang punggung layanan yang diberikan oleh kementerian kesehatan.

Pada tanggal 4 Juli, PA menargetkan 6.145 karyawannya di Gaza umengambil pensiun dini. Beberapa dari mereka diberi tahu dan diminta mengajukan pensiun dini untuk diproses oleh departemen pemerintah terkait. Keputusan ini muncul setelah serangkaian tindakan penghukuman yang diambil oleh Abbas terhadap orang-orang Palestina di Gaza, termasuk pemotongan gaji kepada 277 mantan narapidana, yang tampaknya berada di bawah tekanan Israel dan AS.

Pada bulan April, pemerintah PA memotong 30 persen gaji karyawannya di Gaza dan  mengklaim bahwa keputusan tersebut dibuat sebagai bagian dari langkah "penghematan". Namun, para pegawai pemerintah di Tepi Barat dan Yerusalem tidak mengalami pemotongan gaji sebagaimana di Gaza. (T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply
Posting terakhir

Pegawai Gaza protes aturan pensiun dini

Jalur Gaza, SPNA - Serikat Pekerja Umum Otoritas Palestina, Selasa (12/09/2017) melakukan aksi protes menolak aturan Pemerintahan Palestina yang mempensiunkan dini terhadap 6145 karyawan Gaza.