Krisis air bersih landa Gaza, rakyat Indonesia sumbang satu juta liter air

SPNA Gaza – Rakyat Palestina menjalani hidup dengan penuh kesulitan akibat pendudukan Israel pada seluruh wilayah Palestina, dan pemberlakuan blokade secara khusus pada Jalur Gaza yang kini telah melewati satu dekade.

BY adminEdited Wed,09 Aug 2017,02:37 PM
IMGL0744 (Medium).JPG

SPNA - Gaza City

SPNA Gaza – Rakyat Palestina menjalani hidup dengan penuh kesulitan akibat pendudukan Israel pada seluruh wilayah Palestina, dan pemberlakuan blokade secara khusus pada Jalur Gaza yang kini telah melewati satu dekade.

Tak pelak, hidup dalam pengawasan penuh dan kontrol ketat Israel ini, cukup mempengaruhi kebebasan dan kenyamanan hidup rakyat Palestina, terkhusus mereka yang hidup di Jaur Gaza.

Sejumlah masalah dan krisis kemanusiaan terjadi, mulai dari krisis listrik, krisis air bersih, pembangunan infrastruktur yang lamban, hingga kesulitan bagi warga Palestina untuk bepergian ke luar negeri.

Situasi yang serba sulit di atas membuat rakyat Indonesia yang notabene mayoritas berpenduduk muslim, menaruh prihatin atas penderitaan rakyat Palestina ini.

Khusus untuk krisis air bersih, Bpk. Abdillah Onim, WNI yang berdomisili di Jalur Gaza dan juga merupakan perwakilan rakyat Indonesia menuturkan, lebih dari 90% dari ketersediaan air bersih di Jalur Gaza, tidak layak dikomsumsi atau diminum karena sudah terkontaminasi zat beracun, dikenal dengan zat nitrat bahkan badan kemanusiaan dunia WHO pun beberapa tahun lalu telah merilis berita dari hasil riest terkait kandungan air di Gaza tak layak dikonsumsi akibat terkontaminasi zat kimia berbahaya bagi kesehatan manusia.

Karena itu, setiap masyarakat Gaza jika ingin mendapatkan air bersih, air layak dikonsumsi adalah mereka harus membelinya dari depot atau pusat pengolahan secara filterisasi proses melalui laboratorium, ini pun tentu tidak semua warga Gaza mampu membelinya, karena dari 2juta jiwa penduduk Gaza 1,5 juta masih berada dibawah garis kemiskinan.

Atas alas an diatas, masyarakat Indonesia melalui donasi yang terkumpul, mencoba membantu pengadaan air minum bagi rakyat Palestina yang mengalami krisis air bersih yang berkepanjangan ini. Bantuan air minum ini, dikhususkan bagi keluarga fakir miskin.

Lebih lanjut Abdillah Onim, Jurnalis dan aktivitis kemanusiaan yang akrab disapa dengan “Bang Onim” ini menerangkan, bahwa setengah juta liter bantuan air minum ini khusus diperuntukkan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dimana masing-masing kelarga mendapat 500 liter air, 5000 kepala keluarga di Gaza mendapat bantuan air minum atau air bersih dan proses distribusi air akan berjalan selama satu bulan, dengan sasaran untuk semua wilayah Gaza baik Gaza utara, Gaza selatan, Gaza timur, Gaza city dan Gaza tengah, 8 unit mobil tangki setipa hari menyisir perkampungan dan sudut kota Gaza, untuk mendapatkan air bresih layak minum setelah proses penyaringan, kami bekerja sama dengan salah satu perusahaan penyaringan air di Gaza dan mendapatkan potongan harga cukup lumayan.

Program bantuan air bersih tidak hanya dilasanakan di wilayah Jalur Gaza atau wilayah timur barat Palestina, akan tetapi juga proses pembagian air minum dilaksanakan di pelataran Masjid Alaqsa bagi 500 orang muslim Palestina yang melaksanakan sholat Jum’at, sekali lagi ini murni bantuan dari masyarakat Indonesia.

Hal senada diungkapkan oleh Insinyur Jum’ah El-Najjar, salah seorang penanggungjawab program bantuan ini, “Distribusi air minum saat ini sangat dibutuhkan. Karena air bersih yang tersedia mengandung kadar nitrat dan klorin yang cukup tinggi. Dan tentu saja ini tidak boleh dikomsumsi berdasarkan konsensus internasional.”

El-Najjar lebih lanjut menambahkan, musim panas yang cukup ekstrim sejak 30 tahurn terakhir ini membuat kebutuhan terhadap air minum cukup tinggi. Namun jika air yang tersedia ini langsung diminum, maka akan menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya seperti sedimentasi (penyakit urin) dan gagal ginjal.

Masyarakat Palestina mengungkapkan rasa syukur dan ucupan terima kasih atas program bantuan air bersih ini, yang merupakan salah satu dari sejumlah program bantuan kemanusiaan yang secara rutin disumbangkan oleh rakyat Indonesia kepada Palestina.

 

leave a reply