‘Pure Palestine,’ perusahaan pengekspor produk asli Palestina ke pasar dunia

Tepi Barat, SPNA - Setiap hari, di pagi buta, Musa'ab Nazzal (31) dan Najeeb Nazzal (28),  meninggalkan rumah mereka di kota Jenin, Palestina menuju ke pedesaan guna mengumpulkan sayuran segar.

BY adminEdited Fri,11 Aug 2017,02:08 PM
9.jpg

The Media Line - Gaza City

Tepi Barat, SPNA - Setiap hari, di pagi buta, Musa'ab Nazzal (31) dan Najeeb Nazzal (28),  meninggalkan rumah mereka di kota Jenin, Palestina menuju ke pedesaan guna mengumpulkan sayuran segar. Keduanyan adalah pendiri “Pure Palestine,” sebuah perusahaan yang berusia setahun, yang memproduksi minyak zaitun, tehina, za'atar, labneh dan makanan khas Timur Tengah lainnya.

Mereka menjalin kerja sama dengan petani Palestina, termasuk para pekerja perempuan, untuk memilih bahan organik dengan kualitas terbaik guna menghasilkan produk yang kemudian diekspor ke seluruh dunia.

Musa'ab dan Najeeb mencoba menghapuskan stereotip tentang orang-orang Palestina, dengan menyediakan barang-barang  "Made in Palestine."

Najeeb, Chief Executive Officer “Pure Palestine,” menjelaskan bahwa gagasan untuk memulai bisnis tersebut ia rancang di ibukota Yordania, Amman. Saat dia menghadiri sebuah konferensi makanan. "Di sana saya bertemu Karla, mitra ketiga kami. Ia berasal dari Cile namun berdarah Palestina. Kami memiliki latar belakang pendidikan yang sama-teknik pertanian, "katanya. "Kami berdiskusi panjang mengenai pentingnya menyediakan produk premium Palestina di luar negeri, dan seperti itulah kami memulai bisnis ini."

Najeeb berusaha mengubah citra orang-orang Palestina ke dunia luar-bahwa mereka tidak hanya menerima bantuan, tapi juga memberi; untuk menunjukkan, dalam kata-katanya, bahwa "orang Palestina hidup bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk memproduksi."

Pure Palestine” bekerja sama dengan petani di daerah-daerah yang terpinggirkan di kota-kota Tepi Barat , seperti; Nablus, Jenin, Qabatiya, Hebron dan Ramallah, dengan tujuan untuk memberdayakan penduduk setempat. Selain mendukung masyarakat yang kurang berkembang, perusahaan juga berusaha memaksimalkan potensi pertanian di wilayah ini, sambil memberi orang alat, pelatihan dan pengetahuan agar bisa bersaing di pasar yang lebih besar.

Musa'ab, Chief Operating Officer “Pure Palestine”, memuji para wanita berbakat yang mereka pekerjakan. Namun, keterampilan dalam bisnis dan manajemen bisnis masih perlu ditingkatkan,  termasuk pengembangan kerangka kerja operasional yang lebih baik. "Kami bekerja sama dengan enam asosiasi perempuan saat ini," ungkapnya, "masing-masing terdiri dari empat sampai enam pekerja. Kami memberikan supervisor untuk mengawasi wanita untuk memastikan kualitas produknya. "

Pure Palestine” kini berkembang semakinpesat. Menurut Musa'ab, perusahaan tersebut "sudah mengekspor ke Chile, Amerika Serikat, Rusia dan negara-negara lain di seluruh Timur Tengah dan Afrika." Tapi itu bukan tugas yang mudah. "Beberapa negara tidak mengenal makanan Palestina, jadi kami harus melakukan pemasaran produk untuk menciptakan permintaan.”

"Misalnya," lanjutnya, "di Cile orang tidak tahu apa itu za'atar atau tehina, tapi begitu kami mengorganisir sebuah pameran, mereka mencobanya dan menyukainya. Beberapa bulan kemudian mereka mulai meminta lebih banyak produk ini. "

Pure Palestine” memiliki situs web dan halaman Facebook, namun mereka tidak bergantung pada platform media sosial untuk mengembangkan bisnis mereka. Sebaliknya, mereka banyak mengikuti konferensi. Mereka juga bekerja sama dengan perusahaan terkait untuk menyelenggarakan kegiatan di mana orang dapat mencicipi produk mereka.

Salah satu klien lokal Pure Palestine, Karma Abu-Ayyash, mengungkapkan bahwa dia menghargai produk tersebut. "Kualitasnya bagus. Tidak ada bahan kimia pada madu dan minyak zaitun yang diproduksi oleh para pekerja wanita Palestina.

Rencananya, “Pure Palestine” akan membuka pabrik baru di Tepi Barat guna menghadirkan lingkungan yang lebih profesional kepada pekerja perempuannya, di mana mereka dapat mencapai standar yang lebih tinggi lagi. Perusahaan ini juga berharap bisa memperluas pemasaran produk hingga dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam setahun. (T.RA/S: The Media Line)

leave a reply