Yasser Salih : 1500 tahanan Palestina alami gangguan kesehatan, 25 diantaranya menderita kanker

‘’Saya telah melihat dengan mata kepala sendiri berbagai siksaan yang dilakukan Israel terhadap kami. Mereka tidak membedakan antara perempuan, anak-anak atau dewasa.’’

BY Rizky SyahputraEdited Tue,15 Aug 2017,10:45 AM
20799303_1805499359479431_2348601346349422036_n.jpg

Jalur Gaza, SPNA - Komisi Tahanan Gerakan Nasional Islam yang berailiasi kepada Hamas, Senin (14/8/2017)  melaksanakan konferensi pers mendukung tahanan Palestina di gedung Komisi Internasional Palang Merah (ICRC) di Jalur Gaza. Acara tersebut dihadiri puluhan keluarga dan mantan tahanan di penjara Israel, karyawan ICRC serta ketua Muhjah al-Quds.

Yasser Salih, PJ urusan informasi lembaga Muhjah al-Quds mengatakan bahwa Lapas Israel melakukan tindak deskriminasi terhadap tahanan  dan bersikap apatis terhadap kondisi kesehatan mereka. ‘’Akibatnya, 1500 tahanan mengalamai gangguan kesehatan, 25 dari mereka bahkan menderita kanker dan puluhan lainnya menderita penyakit kronis,’’ terangnya.  

Ia menambahkan bahwa 18 tahanan saat ini dirawat di RS Ramallah yang merupakan satu-satunya Rumah Sakit yang menampung tahanan.

Salih juga menyerukan ICRC untuk mengikuti perkembangan kesehatan tahanan Palestina serta melakukan pengecekan kesehatan terhadap mereka.

‘’Sebagian dari mereka ada yang 10 tahun belum dilakukan pengecekan kesehatan dan sebagian lain sudah diperiksa namun belum diberikan pelayanan yang memadai.’’

Salih juga melaporkan bahwa Organisasi Dokter Internasional mendirikan Komisi Kedokteran untuk berkunjung ke Rumah Sakit Israel namun hingga saat ini mereka belum diizinkan bertemu dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tahanan.

Seorang ibu yang merupakan mantan napi bernama Fatma Zent berusia 84 tahun mengatakan, ‘’Saya telah melihat dengan mata kepala sendiri berbagai siksaan yang dilakukan Israel terhadap kami. Mereka tidak membedakan antara perempuan, anak-anak atau dewasa.’’

Sementara itu Ketua Lembaga Urusan Tahanan Isa Qaraqe juga menyerukan lembaga internasional untuk mendukung para tahanan demi kelangsungan hidup mereka.’’

Abdel Hamid Akkila

(T:RS)

leave a reply