323 imigran Yahudi tiba di bandara Ben Gurion Tel Aviv bersama putri Dubes AS untuk Israel

sebnayak 323 imigran Yahudi Amerika Serikat, Selasa (15/8/2017) tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Berdasarkan informasi dilansirr Yediot Ahronot Imigran Yahudi tersebut tiba di Israel melalui Law Of Return yang memberikan peluang bagi penganut Yahudi dunia untuk memperoleh warganegara Israel.

BY Rizky SyahputraEdited Wed,16 Aug 2017,09:16 AM
15911b72503940_NLFKPHMIOEJGQ.jpg

Tel Aviv, SPNA – sebnayak 323 imigran Yahudi Amerika Serikat, Selasa (15/8/2017) tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Berdasarkan informasi dilansirr Yediot Ahronot Imigran Yahudi tersebut tiba di Israel melalui Law Of Return yang memberikan peluang bagi penganut Yahudi dunia untuk memperoleh warganegara Israel.

72 dari jumlah imigran tersebut akan menjalani wajib militer. Selain itu, Talia Friedman anak Dubes AS untuk Israel David Friedman juga ikut dalam rombongan tersebut.

Sementara itu Biro Pusat Statistik Israel (CBS) mengatakan bahwa jumlah penganut Yahudi yang memilih berimigrasi ke Israel mengalami penurunan signifikan sejak 2012 lalu.

 ‘’Setiap harinya jumlah penduduk yang meninggalkan Israel berjumlah 2 dari 1000 dimana setengah dari mereka dilahirkan di luar Israel sebaliknya yang berimigrasi ke Israel hanya 1 dari 1000 perhari.’’

CBS juga melaporkan bahwa dari 6 warga Yahudi yang berimigrasi ke Israel sejak 90-an, 1 diantaranya kembali ke negara asal dan sejak tahun 1948 hingga akhir 2015, sebanyak 720.000 imigran Yahudi yang meninggalkan Israel tidak pernah kembali.

Jumlah imigran Israel yang kembali ke negara asal dari Eropa mencapai 64%, 25% lainnya dari  Amerika Serikat dan Australia sementara 11 % dari Asia dan Afrika.

Disebutkan Law Of Return atau UU Kepulangan adalah legislasi yang dikeluarkan Israel tahun 1950 untuk menfasilitasi bagi penganut Yahudi agar dapat tinggal dan memperoleh kewarganegaraan Israel. UU ini merupakan salah satu solusi gerkana Zionis untuk pendirian negara Israel Raya.

Sementara itu Otoritas Palestina mengkritik UU tersebut serta menganggapnya bagian dari deskriminasi etnis dan menyakitkan hati bangsa Palestina.(T:RS/S:Paltoday)

leave a reply