Dinilai lakukan “penangkapan bermotif politik,” Hamas dan Jihad Islam layangkan protes terhadap Otoritas Palestina

Gaza, SPNA – Kamis (24/08/2017), Gerakan Hamas dan Gerakan Jihad Islam secara terpisah merilis pernyataan yang menuding Otoritas Palestina (PA).....

BY adminEdited Sat,26 Aug 2017,10:09 AM

Gaza, SPNA – Kamis (24/08/2017), Gerakan Hamas dan Gerakan Jihad Islam secara terpisah merilis pernyataan yang menuding Otoritas Palestina (PA) pimpinan Fatah telah melakukan penahanan bermotif politik dan menyerukan kampanye di wiayah Tepi Barat, belum lama ini.

Menurut Hamas, pihak keamanan PA telah menahan orang-orang Palestina karena berafiliasi dengan gerakan tersebut.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, dinas keamanan PA telah menahan sembilan "pemuda," termasuk mantan tahanan dan mahasiswa, dan telah memanggil tiga orang lainnya, termasuk dua mantan tahanan.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa dinas keamanan PA juga menyerang seorang mantan tahanan setelah memanggilnya untuk diinterogasi.

Sementara itu, dalam pernyataannya, gerakan Jihad Islam mengatakan, "Kembali terjadinya penangkapan politik menandakan menandakan bahawa PA upaya penyatuan yang selama ini telah terpecah.” Diungkapkan pula, “Penangkapan dan pemanggilan baru-baru ini adalah hasil dari hasutan tokoh-tokoh yang menyerukan peningkatan ketegangan dan konflik. Sementara, kita sangat membutuhkan persatuan untuk menghadapi tantangan yang akan datang."

PA mendapat kecaman keras oleh kelompok hak asasi manusia karena memutuskan untuk memblokir 11 situs berita Palestina, yang semuanya diduga berafiliasi dengan gerakan Hamas atau Muhammad Dahlan, saingan politik Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Kelompok tersebut menyebutnya " pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan berpendapat. "

Belum lama ini, PA mendapat kecaman karena penahanan lima wartawan Palestina. Journalist Syndicate (PJS) Palestina menyebutnya "serangan terorganisir terhadap kebebasan jurnalisme," dan sebuah "serangan berbahaya terhadap kebebasan berekspresi dan berpendapat." (T.RA/S: The Gaza Post)

leave a reply