Dalam kesedihan, warga Palestina di kamp pengungsi Yarmouk rayakan Iduladha

Jalur Gaza, SPNA – Jika lebaran menjadi hari bahagia bagi umat Islam di seluruh dunia, namun tidak bagi warga Palestina di kamp pengungsi Yarmouk, Damaskus.

BY adminEdited Tue,05 Sep 2017,10:05 AM

Jalur Gaza, SPNA – Jika lebaran menjadi hari bahagia bagi umat Islam di seluruh dunia, namun tidak bagi warga Palestina di kamp pengungsi Yarmouk, Damaskus. Mereka harus menjalani lebaran di tengah blokade dan konflik.

Jika umat Islam di seluruh dunia merayakan lebaran dengan wajah gembira, warga kamp Yarmouk merayakannya dengan wajah sedih, putus asa karena menangisi saudara mereka yang gugur akibat perang.  Inilah yang disampaikan Ketua Forum Sipil di Kamp pengungsi Yarmouk.

‘’Kami sudah sepuluh kali merayakan lebaran dibawah blokade. Rumah kami di selimuti kesedihan. Disaat umat Islam merasakan kebahagiaan hari raya kami justru merayakannya dengan tangisan dan airmata.’’

Persentase pengangguran di kamp Yarmouk juga semakin meningkat, sebagian besar penduduk Yarmouk tidak memiliki pekerjaan dan menjalani kehidupan yang sulit.

Setidaknya Kamp Yarmouk di huni 12.000 warga Palestina, namun total jumlah warga sebelum blokade 2013 lalu adalah 1.5 Juta jiwa.

Selain itu bantuan kemanusiaan baik dari PLO maupun dari Organisasi Internasional lainnya telah terputus sejak satu setengah tahun lalu. Gerbang Kamp Yarmouk ditutup dan warga menderita krisis listrik dan air.

Hamid menyatakan harapannya untuk mengakhri krisis Kamp Yarmouk dimana para pengungis dapat hidup damai dan tentram. (T.RS/S:Ma’an News).

leave a reply