Sekolah Arab di Al-Quds tolak kurikulum Israel

Para guru di Al-Quds melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes atas upaya pemaksaan kurikulum Israel terhadap sekolah-sekolah Arab di kota tersebut.

BY Rara Atto Edited Thu,07 Sep 2017,03:10 PM
Sekolah Arab di Al-Quds tolak kurikulum Israel

Middle East Monitor - Al-Quds

Al-Quds, SPNA - Para guru di Al-Quds melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes atas upaya pemaksaan kurikulum Israel terhadap sekolah-sekolah Arab di kota tersebut . Selain itu, mereka juga mengeluhkan infrastruktur sekolah yan telah usang, sementara mereka terus dipaksa untuk bekerja.

Tiga sekolah mengambil bagian dalam aksi sipil tersebut, termasuk satu di Silwan, Al-Issawiya dan Shuafat di Al-Quds.

Kepala komite orang tua siswa di Shuafat, Ashraf Al-Ais, mengatakan bahwa pemogokan tersebut terjadi menyusul serangkaian kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah kota Israel setiap tahunnya.

Kepada Quds Press, Ashraf mengatakan bahwa kurikulum adalah hal terburuk yang dipaksakan kepada sekolah-sekolah tersebut dalam empat tahun.

Sementara itu, Sawsan Al-Safadi, petugas hubungan masyarakat di Direktorat Pendidikan, mengatakan bahwa ketiga sekolah tersebut tutup hari ini (Selasa), untuk memprotes infrastruktur sekolah, pemaksaan kurikulum Israel, dan kegagalan pemerintah kota dalam memenuhi kebutuhan siswa.

Ditambahkannya bahwa pada awalnya sekolah di Silwan telah menyepakati dua kelas yang akan menggunakan kurikulum Israel, namun hal itu tidak dilakukan karena orang tua menolak rencana tersebut.

Israel juga telah memecat kepala sekolah di sekolah Al-Issawiya setelah ia menolak untuk mengajar dengan menggunakan kurikulum Israel. Hal ini meningkatkan perhatian orang tua terhadap isu kurikulum tersebut.

Di Shuafat, Al-Safadi mengatakan, pergantian kepala sekolah terjadi setiap tahun. Hal ini mempengaruhi stabilitas sekolah, menurunnya kualitas pendidikan dan meningkatnya angka putus sekolah.

Kota pendudukan Israel terus berupaya menerapkan kebijakannya penerapan kurikulum Israel di semua sekolah di Al-Quds dan mengancam menarik dukungan finansial kepada sekolah-sekolah yang menolak kebijakan tersebut untuk mengajarkan silabusnya.

Saat ini, dibanding institusi pendidikan Yahudi, sekolah-sekolah Arab memperoleh pasokan dana yang lebih sedit dari pemerintah kota. Hal ini menyebabkan kekurangan ruang kelas, padatnya peserta didik, dan infrastruktur yang sudah usang, yang menyebabkan siswa enggan menyelesaikan pendidikan mereka.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply