IOF serang petani dan sita pompa air di Lembah Yordan

Pasukan pendudukan Israel (IOF) menyerang petani Palestina di Lembah Yordan utara dan menyita pompa air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga.

BY Rara Atto Edited Fri,08 Sep 2017,10:47 AM
IOF serang petani dan sita pompa air di Lembah Yordan

The Palestinian Information Center - Tubas

Tubas, SPNA - Pasukan pendudukan Israel (IOF), Rabu (06/09/2017), menyerang petani Palestina di Lembah Yordan utara dan menyita pompa air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga.

Mu'taz Bsharat, yang bertanggung jawab atas administrasi permukiman di Lembah Yordan, kepada Quds Press mengatakan bahwa seorang tentara Israel, didampingi oleh pejabat dari Komite Perencanaan dan Bangunan, memasuki wilayah Bardala, mencari sumber air dan memblokade kawasan tersebut.

Bsharat mengungkapkan bahwa IOF menahan sekelompok petani Palestina saat bekerja di lahan mereka daerah al-Ras al-Ahmar. Mereka kemudian dibawa untuk diinterogasi selama beberapa saat dan akhirnya dilepaskan.

Ia menegaskan bahwa serangan tersebut sejalan dengan upaya Israel untuk menekan petani Palestina agar meninggalkan lahan mereka yang dijadikan target proyek perluasan permukiman Israel.

Menurut sejumlah lembaga internasional dan kemanusiaan, Israel terus menindak orang-orang Palestina di Lembah Yordan, baik melalui pembongkaran atau penggusuran, karena menyadari potensi pertanian dan militer di wilayah tersebut.

Sementara itu, kepala dewan desa Ein al-Beida, Mustafa Fuqaha, mengatakan bahwa sejak hari Sabtu, pihak berwenang Israel sengaja memutus pasokan air ke desa-desa di Bardala, Kardala dan Ein al-Beida.

Fuqaha memperingatkan bahwa saat ini 3.000 dunum lahan pertanian terancam kekeringan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kehidupan hampir 20.000 hewan ternak.

Pada hari Rabu, warga dari tiga desa itu menggelar protes atas tindakan Israel yang tidak adil tersebut. Mereka kemudian menerima janji dari pihak berwenang Israel yang mengatakan bahwa mereka akan mengalirkan kembali air ke desa-desa.

(T.RA/S: The Palestinian Information Center)

leave a reply