Anggota parlemen Eropa tuntut negara-negara Eropa hentikan kerjasama dengan Israel

Sejumlah anggota parlemen Uni Eropa dari komisi ‘’Sahabat Palestina’’ menyerukan negara-negara Eropa untuk menghentikan kerjasama dengan Israel jika terus melakukan pelanggaran kemanusiaan dan diskriminasi di Palestina.

BY Rara Atto Edited Sat,23 Sep 2017,12:56 PM
Anggota parlemen Eropa tuntut negara-negara Eropa hentikan kerjasama dengan Israel

Wafa News - Brussel

Brussel, SPNA – Sejumlah anggota parlemen Uni Eropa dari komisi ‘’Sahabat Palestina’’ menyerukan negara-negara Eropa untuk menghentikan kerjasama dengan Israel jika terus melakukan pelanggaran kemanusiaan dan diskriminasi di Palestina.

Hal ini samapaikan deputi Niocle’s Silicosis (Cyprus), Eleonora Florence (Italia) Joso Jariste (El-Basque) paska kunjungan mereka ke Palestina yang berlangsung selama 4 hari.

Dalam keterangan yang dilansir situs resmi Palestina, Wafanews, Jumat (22/09/2017) Friend of Palestine mengatakan:  ‘’Kami menyatakan dukungan kami terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina untuk mendapatkan hak-haknya dalam menentukan nasib serta menolak pemerintahan apartheid Israel.’’

Hari ini (2017) bertepatan dengan peringatan 50 tahun pendudukan Israel, kami telah melihat sendiru efek yang ditimbulkan oleh pendudukan Israel terhadap warga Palestina.

‘’Di Hebron kami pernah bersembunyi di sebuah toko sementara pasukan Israel menembakkan gas air mata dan bom suara serta peluru panas terhadap warga sipil.’’

Mereka juga menuntut Israel untuk membebaskan anggota perwakilan rakyat Palestina serta membebaskan ribuan tahanan lainnya. ‘’Kami telah mendengar secara langsung laporan dari tahanan yang diperlakukan tidak senonoh dan disiksa oleh sipir Israel.’’

Terkait permukiman ilegal , mereka menyatakan telah menemukan bukti ancaman penggusuran terhadap hunian Palestina di wilayah Khan al-Ahmar. ‘’Pengusiran paksa dan pembangunan hunian ilegal adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan Pejabat Israel yang terlibat dalam hal ini harus diproses secara hukum.‘’

Selain itu mereka juga menyerukan penghapusan tembok pemisah di Tepi Barat dan blokade terhadap Jalur gaza yang merupakan salah satu bentuk diskrimnasi rasial seperti yang dinyatakan Pengadilan Internasional. ’

‘’Kami telah mendengar laporan anggota parlemen dari Komisi Arab di Knesset terkait UU apartheid yang mencapi 40 poin,  dimana dengan UU tersebut, 1.200.000 rakyat Palestina di perlakukan sebagai masyarakat kelas dua oleh Israel. Ini artinya Israel bukanlah negara demokrasi. ‘’

Kami juga menyatakan dukungan kami terhadap mufti al-Quds serta mendukung kebebasan menjalankan perintah agama bagi warga Palestina.

“50 tahun sudah solusi dua negara hanya sekedar ucapan dan belum direalisasikan. Oleh karena itu kami menyerukan negara-negara Eropa untuk menghentikan kerjasama dengan Israel sampai mereka menghentikan deskirminasi terhadap warga Palestina.

(T.RS/S:Wafa News)

leave a reply