Israel putuskan untuk tidak mengubur warga Palestina yang terbunuh di 'pemakaman bernomor'

Jerusalem, SPNA - Israel memutuskan untuk tidak mengubur mayat tiga warga Palestina di pemakaman Israel yang disebut pemakaman bernomor. Sementara itu, ....

BY adminEdited Tue,26 Sep 2017,11:50 AM

Jerusalem, SPNA - Israel memutuskan untuk tidak mengubur mayat tiga warga Palestina di pemakaman Israel yang disebut pemakaman bernomor. Sementara itu, Mahkamah Agung Israel telah menunda keputusan atas petisi yang diajukan oleh keluarga warga yang dibunuh tersebut, yang meminta pembebasan atas mayat-mayat itu untuk dilakukan penguburan secara tepat, ungkap Muhammad Mahmoud, pengacara Komite Tahanan Palestina yang mewakili pihak keluarga.

Keputusan tersebut muncul sebagai tanggapan atas seruan mendesak yang diajukan ke pengadilan pada pekan lalu oleh Mahmoud atas nama keluarga Adel Ankoush (18), Baraa Saleh (18) dan Osama Atta (19) – ketiganya berasal dari Tepi Barat, kota Deir Abu Mashaal - yang menuntut agar anak laki-laki mereka diserahkan.

Israel telah menahan mayat mereka sejak ketiganya ditembak mati pasca berhasil menikam dan menembak seorang perwira polisi Israel hingga tewas di luar Kota Tua Yerusalem pada 16 Juni lalu.

Organisasi hak asasi manusia secara luas telah mengecam kebijakan Israel untuk menahan jasad warga Palestina. Kelompok hak asasi manusia Addameer menyebut hal tersebut sebagai bentuk "hukuman kolektif" terhadap warga Palestina yang tidak bersalah. Hal tesebut "menambah kesedihan dan penderitaan yang luar biasa serta trauma pada keluarga almarhum," ungkap kelompok tersebut.

Petisi yang diajukan oleh Mahmoud atas tiga mayat tersebut terjadi di tengah petisi yang sedang berlangsung yang diajukan ke Mahkamah Agung Israel, yang menyerukan pembebasan mayat sembilan warga Palestina yang terbunuh, yang juga termasuk Ankoush, Saleh, dan Atta.

(T.RA/S: Ma’an News)

leave a reply