Israel tolak hentikan penjualan senjata ke Myanmar

Israel menolak untuk menghentikan penjualan senjata ke junta militer di Myanmar, meskipun laporan terakhir dan data PBB menunjukkan pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah negara tersebut terhadap minoritas Rohingya, demikian pula dengan perkosaan dan pengusiran secara sistemis.

BY Rara Atto Edited Thu,28 Sep 2017,10:11 AM
Israel tolak hentikan penjualan senjata ke Myanmar

The Palestinian Information Center - Yerusalem

Yerusalem, SPNA – Israel menolak untuk menghentikan penjualan senjata ke junta militer di Myanmar, meskipun laporan terakhir dan data PBB menunjukkan pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah negara tersebut terhadap minoritas Rohingya, demikian pula dengan perkosaan dan pengusiran secara sistemis.

Dalam tanggapannya terhadap terhadap petisi diakhirinya penjualan senjata yang diajukan oleh aktivis HAM, Senin (25/09/2017), Shosh Shmueli, yang mewakili Israel mengatakan bahwa pengadilan seharusnya tidak mencampuri urusan luar negeri Israel, media harian Israel Haaretz melaporkan, Selasa (26/09/2017).

Eitay Mack, pengacara pemohon, mencatat bahwa Uni Eropa dan Amerika Serikat telah melakukan embargo perdagangan terhadap negara-negara yang sebelumnya dikenal dengan nama Burma tersebut, dan mengatakan bahwa Israel adalah satu-satunya etintas Barat yang memasok senjata kepada junta militer.

Kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya terus meningkat, di mana ratusan ribu minoritas Muslim melarikan diir ke Bangladesh bulan lalu.

Israel terus menjaga kerahasiaan perdagangan senjata ke Myanmar, sementara kepala junta militer, melalui laman Facebook-nya, justru membanggakan hubungannya dengan Israel.

Pada bulan September 2015 silam, Jenderal Min Aung Hlaing, komandan Militer Myanmar, berkunjung ke Israel dan bertemu dengan Kepala Staf Letjen Gadi Eisenkot. Hlaing mencatat dalam laman Facebook-nya bahwa ia telah mengunjungi berbagai industri perang memesan kapal patroli.

Sebelumnya, Michel Ben Baruch, kepala Direktorat Kerjasama Pertahanan Internasional Kementerian Pertahanan Israel- dalam akronim Ibrani dikenal dengan SIBAT- telah mengunjungi Myanmar pada pada musim panas 2016 lalu dan bertemu dengan kepala rezim militer.

Sementara itu, TAR Ideal Concept, sebuah perusahaan militer Israel, menerbitkan gambar pada website-nya pada tahun lalu tentang pelathan yang dilakukan perusahan tersebut dengan pasukan keamanan Myanmar.

(T.RA/S: The Palestinian Information Center)

leave a reply
Posting terakhir