Teknologi industri dirgantara Israel, diuji di Palestina, diekspor ke seluruh dunia

Ottawa, SPNA - Dua pekan lalu, terungkap bahwa anak perusahaan Israel Aerospace Industrues (IAI), Elta North America, akan terlibat dalam pembangunan tembok pemisah AS-Meksiko.

BY adminEdited Wed,04 Oct 2017,09:08 AM

Ottawa, SPNA - Dua pekan lalu, terungkap bahwa anak perusahaan Israel Aerospace Industrues (IAI), Elta North America, akan terlibat dalam pembangunan tembok pemisah AS-Meksiko. Pembangunan tembok ini tidak hanya mencuri perhatian para pemerhati keadilan sosial, tapi juga semakin memperjelas mengenai sejarah IAI.

IAI hanyalah satu dari sekian banyak perusahaan pertahanan Israel, yang telah mengintensifkan pemasaran global mereka dalam dua dekade terakhir. Perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Israel ini merupakan fondasi awal dari keseluruhan sejarah perusahaan Zionis.

Israel berdiri beberapa tahun setelah berdirinya "negara" Israel, dibawah asuhan Shimon Peres, yang kemudian menjadi direktur jenderal Kementerian Pertahanan kala itu. IAI dipersiapkan untuk mengakomodasi Angkatan Udara Israel yang baru dan membantu dalam perkembangan "negara" tersebut. "Perkembangan IAI berjalan seiring dengan keadaan "negara" Israel dan memiliki hak istimewa untuk memainkan peran dalam kemajuan indistri, teknologi dan ekonomi negara dan keamanan nasional," demikian yang tertuang dalam halaman sejarah perusahaan tersebut.

Semua hal tersebut tidak lepas dari kontribusi dan warisan Simon Peres, yang berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas nuklir Israel. Ini adalah bagian dari "sosialis kibbutzim" Peres dan Zionisme Buruh yang terus berkembang untuk memastikan "superioritas" militer atas penduduk asli Palestina dan seluruh wilayah.

IAI telah dikenal dikenal secara internasional sebagai pelopor pengembangan drone (zanana) dan teknologi. Zanana adalah istilah yang digunakan oleh orang-orang Palestina di Gaza untuk suara berdengung dan atau mendesis yang kostan dihasilkan oleh drone yang terbang di atas mereka.

Tahun ini, IAI menjadi perbincangan atas keterlibatannya dalam pembangunan tembok pemisah. Berbagai pemberitaan menunjukkan kontrak miliaran dolar perusahaan tersebut dengan pemerintah India, untuk menyediakan sistem pertahanan rudal untuk tentara dan angkatan laut india.

Di Kanada, para aktivis mengkhawatirkan eksploitasi internasional IAI. Tidak hanya karena keterlibatan perusahaan tersebut dalam kejahatan militer terhadap warga Palestina, tapi juga karena Air Canada, perusahaan angkutan udara nasional, melakukan outsourcing untuk pemeliharaan jet B767 dan B787 miliknya yang sangat mirip dengan yang dikakukan oleh indistri dirgantara Israel.

Sebagai perusahaan yang sebelumnya dimiliki pemerintah, Air Canada masih dianggap sebagai ikon nasional dan internasional Kanada. Dengan demikian, keterlibatan IAI dalam kejahatan perang Israel  merupakan teguran memalukan dan pengingkaran terhadap kebijakan "seimbang dan objektif" Kanada. Kampanye menuntut agar Air Canada menghentikan outsourcing mereka kepada IAI telah berlangsung selama dua tahun, dan memeperoleh dukungan baik di dalam maupun di luar Kanada.

Namun, Air Canada tetap diam mengenai keterlibatannya tersebut. Sebuah surat dikirim oleh Koalisi BDS Kanada kepada CEO Air Canada, Calin Rovinescu pada 3 Juli 2017, namun sama sekali belum mendapat jawaban. Bahkan dalam sebuah langkah yang lebih memalukan Rovinescu justru diangkat menjadi Kanselir Universitas Ottawa, sejak November 2015. Meskipun demikian, para aktivis berencana meningkatkan rindakan mereka dan menolak Air Canada mendikte agenda mereka.

Baru-baru ini di masyarakat sispil Kanada, ada perkembangan yang menggembirakan, di mana Amnesty Kanada menerima seruan untuk melarang semua barang-barang dari permukiman Israel. Selain itu, Unifor, serikat pekerja sektoral terbesar di Kanada, mengadopsi resolusi yang sejalan dengan progran BDS. Meskipun keduanya -IAI dan permukiman- berfokus di Tepi Barat dan Gaza, namun semua hal yang berkaitan dengan militer Israel, seperti IAI, telah melakukan kejahatan perang dan menyebabkan penderitaan yang sangat menyakitkan bagi seluruh warga Palestina. Maka para aktivis tersebut sepakat untuk mengatakan, "Kami tidak akan membiarkan kejahatan perang Israel !"

 

(T.RA/S: The Palestine Chronicle)

leave a reply
Posting terakhir