Israel berencana pindahkan 300,000 warga Palestina ke Tepi Barat

Dalam beberapa hari terakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan janji untuk membangun ribuan unit rumah bagi orang-orang Yahudi di sebuah permukiman besar di Tepi Barat, dan akan mengambil alih permukiman tersebut untuk Israel.

BY Rara Atto Edited Mon,09 Oct 2017,10:34 AM
Israel berencana pindahkan 300,000 warga Palestina ke Tepi Barat

Mondoweiss - Al-Quds

Al-Quds, SPNA - Dalam beberapa hari terakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan janji untuk membangun ribuan unit rumah bagi orang-orang Yahudi di sebuah permukiman besar di Tepi Barat, dan akan mengambil alih permukiman tersebut untuk Israel. Terkait dengan rencana tersebut, berbagai kalangan Zionis liberal marah dan mengatakan bahwa pengambilalihan secara sepihak permukiman tersebut merupakan agenda “ekstrem dan berbahaya” yang dimiliki oleh sayap kanan Israel.

Inilah agenda lain dari sayap kanan yang telah berkembang dalam beberapa hari terakhir (yang belum pernah diklaim oleh Zionis liberal). Awal pekan lalu, Al-Monitor melaporkan mengenai sebuah rencana yang dipertimbangkan oleh Benjamin Netanyahu, yang dirancang oleh salah satu legislator di partainya, untuk membagi wilayah Yerusalem, agar 300,000 warga Palestina yang tinggal dan berada di bawah kontrol pemerintahan Israel di wilayah tersebut, dapat dipindahkan ke wilayah Tepi Barat, di sebagian Area B.

Pemindahan 300,000 warga Palestina itu dimaksudkan agar warga Yahudi mendominasi wilayah Yerusalem. Selain itu, Israel akan mengurangi tanggung jawabnya terhadap orang-orang Palestina yang tinggal di bawah kendalinya.

Pada bulan September lalu, anggota Knesset Anat Berko menyajikan peta detail kepada Netanyahu , yang membagi Yerusalem menjadi wilayah geografis dan politik. Simulasi digital juga ditampilkan dalam penyajian tersebut. Berdasarkan rencana itu, hampir semua warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur (Al-Quds) akan dialihkan ke wilayah yang berada di bawah kontrol Palestina.

Pada tahap pertama, mereka akan berada di bawah bawah pemerintahan sipil Palestina dengan kontrol keamanan Israel, seperti Area B di Tepi Barat. Pada tahap akhir, mereka akan berada di wilayah yang memiliki status Area A, yang secara penuh berada dalam kontrol Palestina. Hal ini akan mengurangi populasi sekitar 300,000 warga Palestina di Yerusalem, dan meninggalkan 30,000 warga palestina yang hidup bersama dengan lebih dari setengah juta penduduk Yahudi di kota tersebut.

Mayoritas demografis Yahudi di Yerusalem akan tumbuh dari 70% menajdi lebih dari 95%. Dengan demikian, Israel akan terhindar dari pembiayaan Asuransi Sosial Nasional seniali meliaran shekel dan berbagai tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada warga palestina di Tepi Barat, yang memiliki status tinggal permanen di Israel.

(T.RA/S: Mondoweiss)

leave a reply