Bantu korban bom bunuh diri di Mogadishu pemerintah Turki kirim pesawat medis

Mogadishu, SPNA – Pesawat medis Turki yang membawa 30 korban luka-luka, Senin (16/07/2017) telah lepas landas dari Bandara Internasional Mogadishu, Somalia paska bom bunuh di pusat kota yang menewaskan 300 korban jiwa.

BY adminEdited Tue,17 Oct 2017,09:29 AM

Mogadishu, SPNA - Pesawat medis Turki yang membawa 30 korban luka-luka, Senin (16/07/2017) telah lepas landas dari Bandara Internasional Mogadishu, Somalia paska bom bunuh di pusat kota yang menewaskan 300 korban jiwa.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Turki Ahmet Demircan dan beberapa dokter tiba di Mogadishu untuk mengangkut korban luka-luka akiba bom ke Turki dan memeberika perawatan.

Menurut laporan kementrian Informasi, Abdurrahman Usman, jumlah korban jiwa mencapai 276  dan luka-luka 300 orang. Dua pelaku yang mengendarai truk berisi bahan peledak tewas seketika di lokasi.

Anadolu Agency melaporkan, Sabtu sore sebuah truk meledak di persimpangan KM 5, salah satu lokasi paling padat di Mogadishu. KM 5 terhubungan dengan sebagian besar wilayah kota, pertokoan dan pusat perbelanjaan dimana hal ini menjadi faktor banyaknya korban jiwa. Ledakan tersebut juga mengakibatkan sebuah hotel runtuh.

‘’Ini adalah aksi bom bunuh diri terbesar yang yang pernah saya lihat,’’ sebut  Mahyuddin yang tinggal di Mogadishu.

Sementara itu Presiden Somalia mengatakan bahwa serangan bom bunuh diri tersebut tidak akan membuat Somalia mundur dalam membasmi terorisme. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Aksi bom bunuh diri merupakan ciri khas kelompok teroris,’’ sindir PM Somalia terhadap gerakan al-Shabab.

Pesan Berdarah

Meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun sejumlah pihak mensinyalir bahwa gerakan Shabab berada dibalik serangan itu.

Analis politik Somalia Said Jari mengatakan bahwa gerakan Shabab anti-pemerintah  mengirimkan pesan berdarah melalui bom bunuh diri. Shabab hingga saat in masih menjadi ancaman lokal dan internasional.

2011 lalu gerakan yang berafiliasi dengan al-Qaeda ini berhasil diusir dari Mogadishu oleh pasukan nasional dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika. Meskipun demikian Shabab masih memiliki pengaruh kuat di Somalia. (T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply