FIFA tolak berlakukan sanksi kepada klub sepakbola di pemukiman ilegal Israel

Kolkata, SPNA - Badan sepak bola internasional FIFA, Jumat (27/10/2017) mendeklarasikan sikap netral terhadap kontroversi enam klub sepak bola Israel yang berbasis di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

BY adminEdited Mon,30 Oct 2017,09:16 AM

Kolkata, SPNA - Badan sepak bola internasional FIFA, Jumat (27/10/2017) mendeklarasikan sikap netral terhadap kontroversi enam klub sepak bola Israel yang berbasis di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Sebelumnya Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) sejak 2015 lalu telah menyerukan FIFA untuk memaksa relokasi klub-klub sepeakbola yang berada di pemukiman ilegal Israel dimana hal tersebut melanggar undang-undang FIFA.

Keenam tim tersebut bermarkas di permukiman Yahudi Kiryat Arba, Givat Zeev, Maale Adumim, Ariel, Oranit dan Tomer.

Namun perwakilan FIFA dalam sidang di Kolkata, India, Jumat (27/10/2017) menyatakan menolak tuntutan PFA dan memilih bersika netral dalam isu tersebut.

 " Mengingat  status terakhir wilayah Tepi Barat menjadi perhatian badan hukum internasional maka Dewan FIFA setuju, bahwa sesuai dengan prinsip dan anggaran dasar, FIFA harus bersikap netral dalam isu politik.’’

"Selanjutnya, disepakati bahwa intervensi FIFA dalam status quo sepakbola di wilayah yang relevan tanpa persetujuan dari pihak-pihak terkait dapat memperburuk situasi sepakbola tidak hanya di wilayah yang dipermasalahkan, namun juga di wilayah yang lebih luas.’’

Sebagai konsekuensinya, FIFA akan menahan diri dan menahan sanksi apapun serta menutup kasus tersebut.

Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif Human Rights Watch di Timur Tengah, mengatakan: "  Keputusan FIFA ini menunjukkan bahwa mereka akan terus mendukung sepakbola di pemukiman ilegal Israel dimana hal ini bertentangan dengan hukum internasional serta bertentangan dengan komitmen FIFA terhadap hak asasi manusia."

Dalam pernyataan lain, juru kampanye senior untuk organisasi masyarakat Palestina, Avaaz,  Fadi Quran, mengatakan: ‘’Kegagalan FIFA mengambil tindakan tegas terhadap klub sepakbola di permukiman ilegal akan berimbas kepada anak-anak Palestina. Ribuan anak-anak Palestina telah direbut kesempatannya bermain sepakbola di tanah yang mereka cintai (Tepi Barat).’’

"Jika FIFA tidak melakukan tugasnya dan tidak akan menghormati hukum internasional, maka pengadilan akan memaksa FIFA melakukannya," tegasnya.

Setidaknya FIFA telah menunda kasus relokasi klub sepakbola pemukiman ilegal Israel empat kali dalam dua tahun terakhir, hal ini membuat PFA terpaksa membawa kasus tersebut ke Badan Peradilan Olahraga Mei lalu . (T.RS/S:Qudsnet)

leave a reply