Jasad 5 pejuang ditemukan, jumlah korban gugur akibat ledakan terowongan Gaza menjadi 12 orang

Brigade al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, mengeluarkan sebuah pernyataan, Jumat (03/11/2017), bahwa lima pejuang yang hilang dari kelompok tersebut di Gaza telah gugur.

BY adminEdited Sat,04 Nov 2017,12:59 AM
Jasad 5 pejuang ditemukan, jumlah korban gugur akibat ledakan terowongan Gaza menjadi 12 orang

Ma'an News - Gaza

Gaza, SPNA - Brigade al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, mengeluarkan sebuah pernyataan, Jumat (03/11/2017), bahwa lima pejuang yang hilang dari kelompok tersebut di Gaza telah gugur.

Sebelumnya, lima pejuang tersebut dinyatakan hilang di dalam terowongan antara Gaza selatan dan wilayah Israel, setelah pasukan Israel melakukan ledakan di terowongan.

Setelah ledakan pertama, yang mengugurkan lima pejuang Jihad Islam, beberapa pejuang lain dari gerakan Hamas, memasuki terowongan dalam misi penyelamatan. Ledakan kedua kemudian menyebabkan gugurnya tujuh pejuang penyelamat, dan melukai sedikitnya dua belas lainnya.

Dalam pernyataannya pada hari Jumat, gerakan Jihad Islam mengatakan bahwa mereka telah menemukan mayat kelima pejuang tersebut, dan mengidentifikasi bahwa mereka gugur akibat ledakan sebagaimana korban sebelumnya. Kelima pejuat tersebut adalah; Badr Kamal Musbeh, Ahmad Hasan al-Sabakhi, Shadi Sami al-Hemri, Muhammad Kheir al-Din al-Buheisi dan Alaa Sami Abu Ghrab.

Brigade Izz al-Din al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, mengeluarkan sebuah pernyataan setelah serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa "darah para martir tidak akan sia-sia, dan pendudukan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari eskalasi agresif ini. "

Pejabat Israel menuduh Hamas "mempersiapkan" perang dengan Israel dan telah mengancam tindakan pembalasan terhadap Jalur Gaza secara keseluruhan. Namun, terlepas dari retorika revolusioner Hamas terhadap Israel, gerakan tersebut belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas tindakan militer apapun dari Gaza melawan Israel sejak perang 2014.

Hamas menggunakan terowongan di Gaza sebagai sumber pendapatan pajak dan masuknya senjata. Selain itu, mereka menggunakannya untuk memasok kebutuhan yang sangat menuntut bagi warga Gaza - yang telah terjebak dalam pengepungan Israel selama satu dekade - termasuk makanan, obat-obatan, bahan infrastruktur dan lainnya.

Penghancuran wilayah tersebut dalam tiga kali serangan Israel sejak 2008, telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas air minum, sanitasi, energi, dan medis. Rekonstruksi yang berjalan lambat akibat blokade membuat PBB memperingatkan bahwa Gaza bisa menjadi wilayah "tidak layah huni" pada tahun 2020.

(T.RA/S: Ma’an News)

leave a reply
Posting terakhir