Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mundur dari jabatannya

Beirut, SPNA - Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri, Sabtu (04/10/2017) menyatakan mundur dari jabatannya karena khawatir akan dibunuh sama seperti ayahnya Rafik Hariri.

BY adminEdited Sun,05 Nov 2017,09:52 AM

Beirut, SPNA - Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri, Sabtu (04/10/2017) menyatakan mundur dari jabatannya karena khawatir akan dibunuh sama seperti ayahnya Rafik Hariri.

Ia menambahkan bahwa situasi di Lebanon saat ini sama seperti masa pembunuhan ayahnya tahun 2005 lalu.

Sebelumnya Hariri melayangkan kritikan tajam kepada Hizbullah dalam sebuah pidato yang disiarkan oleh stasiun TV al-Arabia.

"Hizbullah mengklaim bahwa mereka adalah gerakan perlawanan, tapi nyatanya mereka justru mengarahkan senjata ke Suriah dan Yaman," kritiknya.

Surat kabar BBC menyebutkan, pengunduran diri Hariri terjadi beberapa hari setelah pertemuan di Beirut dengan Ali Akbar Velayati, penasihat urusan luar negeri Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Akhir Oktober lalu Hariri mengunjungi Arab Saudi dimana sejumlah media yang berafiliasi kepada Hizbullah menyebutkan Hariri ‘’sengaja’’ dipanggil ke Negara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi dalam pertanyaan resmi mengatakan: "Sikap Perdana menteri Libanon, Saad Hariri yang berulang kali melayangkan tuduhan yang tidak realistis dan tidak benar serta sesuai dengan tuduhan Zionis, Saudi dan Amerika Serikat terhadap Iran mengindikasikan bahwa pengunduran dirinya hanyalah sebuah skenario baru untuk menciptakan ketegangan di Lebanon. ‘’

Hariri memasuki arena politik setelah tragedi pembunuhan ayahnya pada tanggal 14 Februari 2005. Ia mencalonkan diri dan memenangkan pemilihan parlemen dan berhasil menguasai 35 dari 128 kursi.

2007 lalu Hariri mendirikan forum ‘’Tayar Mustaqbal’’, sebuah perkumpulan politik yang mewakili Sunni di Lebanon.

Pada bulan Juni 2009, Hariri kembali menang dalam pemilu legislatif dan berhasil menguasai 71 kursi. Sejak saat itu Ia menjabat sebagai perdana menteri untuk pertama kalinya dari 2009 hingga 2011.

Hariri juga memegang kewarganegaraan Saudi dan merupakan salah satu tokoh yang paling menonjol dalam membela peran Saudi dalam menstabilkan situasi Lebanon.

Setelah pemerintahannya jatuh 2011 lalu, Hariri hidup berpindah tempat antara Paris dan Riyadh. (T.RS/S:BBCArabic)

leave a reply