Pangeran Arab Saudi gugur dalam kecelakaan helikopter di perbatasan Yaman

Pangeran Mansour Bin Muqrin, satu dari pangeran Arab Saudi, meninggal dalam sebuah kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Yaman, Ahad (05/11/2017).

BY adminEdited Tue,07 Nov 2017,09:01 AM
Pangeran Arab Saudi gugur dalam kecelakaan helikopter di perbatasan Yaman

Daily News - Riyadh

Riyadh , SPNA - Pangeran Mansour Bin Muqrin, satu dari pangeran Arab Saudi, meninggal dalam sebuah kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Yaman, Ahad siang (05/11/2017). Seorang juru bicara kedutaan Saudi di Washington kepada NBC News mengatakan bahwa pangeran meninggal dalam kecelakaan tersebut "saat melakukan inspeksi di daerah-daerah terspencil."

Saluran berita Saudi yang berbasis di Dubai, Al-Arabiya melaporkan, bersama sang pangeran, tujuh orang lainnya juga meninggal dalam kecelakaan tersebut. Pangeran Mansour adalah putra Pangeran Muqrin Bin Abdul Aziz, mantan direktur intelijen dan pangeran mahkota kerajaan.

Beberapa jam setelah terjadi kecelakaan fatal, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi menutup pelabuhan darat, laut dan udara Yaman.

Sehari sebelum kecelakaan helikopter, Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman memerintahkan penangkapan 11 anggota kerjaan, sekitar 40 perwira militer negara, pengusaha berpengaruh serta menteri pemerintah, meski tidak ada laporan mengenai hubungan tindakan ini dengan kecelakaan tersebut.

Pada hari Sabtu, Pangeran Mohammed (32) menangkap Pangeran Alwaleed Bin Talal, salah satu orang terkaya di dunia, pemegang saham besar di berbagai perusahaan Barat, serta dua putra almarhum Raja Abdullah.

Pangeran mahkota mengatakan bahwa “pembersihan” massal yang belum pernah terjadi sebelumnya itu adalah bagian dari upaya keras memberantas korupsi yang menargetkan para anggota kerajaan senior dan rekan bisnis mereka, yang telah lama terlihat melanggar hukum.

Alwaleed dituduh melakukan penggelapan, mempekerjakan staf palsu dan memberikan kontrak kepada perusahaannya sendiri - termasuk kesepakatan senilai $ 10 miliar untuk walkie-talkie dan perlengkapan militer antipeluru.

Mereka yang ditangkap kemudian ditahan di Ritz-Carlton di Riyadh, yang belum lama ini menjadi tempat penyelenggaraan konferensi investasi utama yang dihadiri putra mahkota dengan raksasa bisnis global.

Seorang pejabat Saudi mengatakan, hotel bintang lima lainnya di ibu kota juga digunakan untuk menampung beberapa dari mereka yang ditangkap. Orang-orang yang berada dalam tahanan semuanya telah dicegah untuk meninggalkan negara tersebut.

Penangkapan yang mengejutkan tersebut disambut baik oleh media pro-pemerintah sebagai bukti nyata bahwa Pangeran Mohammed menepati janjinya untuk mereformasi negara itu.

(T.RA?S: Daily News)

leave a reply