Netanyahu tolak serahkan 5 jasad syuhada korban serangan Israel di terowongan perbatasan Gaza

Jerusalem, SPNA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (06/11/2017) menolak mengembalikan jasad 5 warga Palestina yang ditemukan  tentara Israel paska pemboman  .....

BY adminEdited Tue,07 Nov 2017,10:14 AM

Jerusalem, SPNA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (06/11/2017) menolak mengembalikan jasad 5 warga Palestina yang ditemukan  tentara Israel paska pemboman  terowongan gerakan perlawanan di perbatasan Gaza.

Netanyahu dalam pernyataan yang dilansir Anadolu Agency mengatakan, "Kami akan terus membela tanah air serta  mempertahankan dua prinsip, pertama adalah kita akan menyerang orang-orang yang menyerang kita,dan  kita tidak akan memberikan hadiah gratis.‘’

"Kami akan mengembalikan anak-anak Israel kepada keluarga mereka dan kami tidak akan memberikan hadiah gratis," sindirnya terhadap 4 tentara Israel yang ditahan Hamas di Jalur Gaza.

Juru bicara militer Israel, Avichai Adrei, Minggu malam menyatakan telah menemukan jasad lima warga Palestina di terowongan tersebut.

 

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza sebelumnya melaporkan tujuh warga Palestina gugur, dan lima anggota sayap militer Jihad Islam,  ‘’Saraya al-Quds’’ hilang paska serangan Israel terhadap terowongan Gaza.

Kemudian Jumat lalu, Jihad Islam mengumumkan lima anggotanya yang hilang tersebut telah gugur . Dengan demikian total korban bertambah menjadi 12 orang.

Koordinator operasional pemerintah Israel untuk wilayah Palestina, Yoav Mordechai, mengatakan Kamis lalu bahwa Tel Aviv tidak akan mengizinkan operasi pencarian orang hilang didalam terowongan tersebut.

Mordechai dalam konferensi pers, yang dikutip oleh surat kabar Yediot Ahronot menuntut pembebasan tahanan Israel yang  ditahan di Gaza sebelum pelaksanaan pencarian korban di terowongan dilakukan.

Pada saat yang sama, Hamas menolak memberikan komentar terkait tawanan Israel yang ditawan di Gaza sebelum Israel membebaskan puluhan warga Palestina yang ditangkap tahun 2014 lalu. (T.RS/ S:Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir