Untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir, Otoritas Palestina kirim bantuan obat-obatan untuk Gaza

Pengiriman bantuan medis bersubsidi dari Otoritas Palestina (PA) tiba di Gaza, Rabu (08/11/2017). Ini merupakan pengiriman bantuan medis bersubsidi pertama dalam delapan bulan terakhir.

BY adminEdited Sat,11 Nov 2017,08:48 AM
Untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir, Otoritas Palestina kirim bantuan obat-obatan untuk Gaza

Middle East Monitor - Gaza

Gaza, SPNA - Pengiriman bantuan medis bersubsidi dari Otoritas Palestina (PA) tiba di Gaza, Rabu (08/11/2017). Ini merupakan pengiriman bantuan medis bersubsidi pertama dalam delapan bulan terakhir, menurut Jerusalem Post.

Juru bicara Kementerian Kesehatan PA, Osama Al-Najjar, mengkonfirmasi mengenai pengiriman tersebut dengan mengatakan, "Dua puluh dua truk obat dikirim ke Gaza. Ini adalah pengiriman obat pertama kami sejak Februari. " Total nilai obat yang dikirim diperkirakan mencapai $ 2,2 juta.

Menurut Najjar, sejak Februari, PA hanya mengirim dua truk obat dalam tiga tahapan berbeda pada tahun ini- pada bulan Maret, Mei dan Juli.

HIngga rekonsiliasi Palestina bulan lalu, dana medis ke Jalur Gaza telah dipotong oleh Israel atas permintaan PA, dalam upaya untuk menekan pemerintah de facto Gaza, Hamas, untuk menyerahkan kontrol atas wilayah tersebut.

Organisasi hak asasi manusia sangat mengutuk tindakan tersebut; Pada bulan Agustus, Oxfam menyebut taktik semacam itu sebagai "hukuman atas seluruh bangsa" dan meminta PA untuk tidak menggunakan warga sipil sebagai alat tawar menawar.

Diperkirakan 40 persen obat yang diperlukan tidak tersedia atau tidak cukup memadai, sementara pasien yang memerlukan perawatan khusus di luar Gaza dicegah dicegah untuk memperolehnya akibat blokade yang perkepanjangan. Pada bulan Agustus, Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan memperkirakan bahwa sekitar 15 penduduk Gaza telah meninggal sejak awal 2017, setelah Israel menolak pasien izizn untuk memperoleh perawatan di luar Jalur Gaza.

Dalam beberapa pekan terakhir sejak rekonsiliasi, PA telah mengambil alih kendali berbagai aspek pemerintahan Gaza, dan berusaha untuk merehabilitasi beberapa dari Jalur Gaza.

Bulan lalu, Menteri Ekonomi PA dan Kepala Komisi Umum Kawasan Industri Abeer Odeh mengumumkan peluncuran tiga proyek infrastruktur yang didanai oleh Uni Eropa untuk menciptakan sebuah zona industri di Gaza. Direncanakan, proyek ini akan selesai dalam dua bulan.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply