Khalil al-Haya: Hamas akan bertarsipasi dalam pilpres Palestina mendatang

Jalur Gaza, Ma'an - Anggota biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, Rabu (08/11/2017) mengatakan bahwa Hamas konsisten untuk menerapkan rekonsiliasi Palestina dan ikut terlibat dalam pilpres mendatang.

BY adminEdited Sat,11 Nov 2017,09:24 AM

Jalur Gaza, Ma'an - Anggota biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, Rabu (08/11/2017) mengatakan bahwa Hamas konsisten untuk menerapkan rekonsiliasi Palestina dan ikut terlibat dalam pilpres mendatang.

Dalam wawancara dengan Portal Maannews, al-Hayya mengatakan bahwa sejak 10 tahun lalu Hamas telah mengajukan  inisiatif mengakhiri perpecahan dan menjalin kerjasama.

 ‘’Hamas akan terus  mendukung rekonsilasi demi menyelamatkan program nasional serta fokus menghadapi pendudukan Israel,’’ terangnya.

"Proses rekonsiliasi telah berhasil dicapai dengan lancar berkat usaha bersama dimana Gaza berada di bawah Otoritas Pemerintah Palestina. ‘’

‘’Saat ini ada dua isu penting di depan kami yaitu penyelesaian isu terkait karyawan dan keamanan, sesuai dengan kesepakatan bersama. ‘’

‘’ Hamas berkomitmen penuh terhadap kesepakatan 2011, tidak boleh bagi siapapun menafsirkan hal ini sesuai dengan keinginannya. Tidak ada yang menang dan yang kalah dalam hal ini dan kami harus mengikuti dasar kemitraan dan tidak mengesampingkan pihak tertetu. ‘’

Terkiat sidang di Cairo 21 November mendatang, Al-Hayya mengatakan bahwa dialog tersebut akan membahas isu-isu terkait PLO dan pilpres, kebebasan publik, rekonsiliasi, penyatuan institusi dan berbagai isu sentral lainnya.

‘’Pemerintah Palestina akan menjalankan tugasnya hingga terbentuknya Pemerintahan Palestina Bersatu yang melibatkan seluruh warga dan faksi Palestina. Kami akan datang ke Cairo dengan fikiran terbuka namun Kami bertekad membentuk pemerintah persatuan nasional yang baru, di mana Hamas dapat ikut berpartisipasi,’’ tambahnya.

‘’ Hamas yakin bahwa pemerintah Palestina kedepan akan mematuhi piagam rekonsiliasi nasional.’’

Dia mengungkapkan bahwa Hamas akan berpartisipasi dalam semua pemilu, termasuk pemilihan presiden.

Terkait penyebrangan Rafah, al-Hayya mengatakan bahwa persimpangan Rafah adalah persimpangan Palestina dan Mesir, tidak ada hubungannya dengan Israel  atau lembaga  non-Palestina.

‘’Kami menyetujui penyerahan otoritas penyeberangan Rafah untuk membantu kinerja pemerintah. Hamas dan Fatah juga sepakat menyambut kedatangan delegasi dinas keamanan dari Ramallah ke Gaza untuk membahas isu keamanan di kawasan.’’ (T.RS/S:Maannews)

leave a reply