13 Tahun kepergian pemimpin Yasser Arafat

Jalur Gaza, SPNA - ‘’Aku datang  dengan membawa ranting zaitun dan pistol di tanganku. Jangan jatuhkan ranting hijau dari tanganku, jangan jatuhkan ranting hijau dari tanganku.

BY adminEdited Sun,12 Nov 2017,08:42 AM

Jalur Gaza, SPNA - ‘’Aku datang  dengan membawa ranting zaitun dan pistol di tanganku. Jangan jatuhkan ranting hijau dari tanganku, jangan jatuhkan ranting hijau dari tanganku. Perang dimulai dari Palestina dan perdamaian juga dimulai dari Palestina, ‘’ tegas Arafat dalam pidato perdana di depan Majelis Umum PBB tahun 1974. 

Adalah Yasser Arafat  tokoh paling berpengaruh di Palestina yang berhasil membawa isu di Palestina dari kamp pengungsi ke meja PBB.

Ia bernama bernama Muhammad Abdul Rauf Arafat Al-Kidwa Al-Husseini.

Arafat dilahirkan pada 24 Agustus 1929 dari keluarga Palestina yang tinggal di Cairo. Ayahnya adalah penjual baju sementara sang ibu, Zahwa Abu Saud, meninggal akibat gagal ginjal ketika Arafat berusia empat tahun.

Arafat sempat tinggal di Al-Quds namun kembali lagi ke Mesir. Ia lalu mendaftar ke Fakultas Teknik di King Fuad University dan lulus pada tahun 1951.

Setelah lulus, Arafat bekerja di salah satu perusahaan Mesir.

Arafat muda adalah tokoh yang selalu mengkampanyekan perlawanan Israel serta menjadi inspirasi bagi pemuda lain.

Ia mendirikan Ikatan Alumni Palestina di Mesir bahkan berpartisipasi dengan tentara Mesir dalam melawan agresi Israel tahun 1956.

Ia juga salah satu pendiri Gerakan Pembebasan Palestina (PLO) pada tahun 1964, dan penggagas Gerakan Fatah pada tanggal 1 Januari 1965.  Ia lalu diangkat menjadi pemimpin PLO tahun 1969.

Setelah mendeklarasikan gerakan Fatah, Israel mulai memburu Arafat baik di Yordania, Lebanon, Suriah dan Tunisia.

Lalu setelah pembentukan negara Palestina dari Aljazair pada tahun 1988, Arafat melakukan perundingan damai dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin yang ditengahi Presiden AS Bill Clinton di Washington.

Tahun 1996 Yasser Arafat terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina pertama. Selain itu Ia juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Gerakan Fatah.

Pada tahun 2002, pasukan Israel mengepung markas Otoritas Palestina di Ramallah yang merupakan kediaman Arafat.

Ia lalu meninggal pada tanggal 11 November 2004 pada usia 75 tahun di Paris.

Sejumlah dokter di Perancis mengatakan bahwa Arafat menderita sirosis namun tidak melakukan otopsi.

Penyebab kematian Arafat masih menjadi perdebatan hingga beberapa tahun terakhir, beberapa pemikir dan politisi percaya bahwa Arafat dibunuh.

Warga Palestina di sejumlah wilayah melaksanakan peringatan kematian Arafat demi mengenang jasa dan kontribusinya terhadap Palestina.

Ribuan warga Gaza juga memenuhi lapangan Saraya, Sabtu (11/11/2017) untuk memperingati kematian Arafat yang diadakan Gerakan Fatah di Jalur Gaza. (T.RS)

Abdel Hamid Akkila

leave a reply