Shaikh Raed Salah di antara rencana jahat Israel terhadap Masjid Al-Aqsa

Beberapa kali sudah Pengadilan Israel memperpanjang masa penahanan Shaikh Raed Salah, hingga akhirnya Jaksa Penuntut Umum mengajukan dakwaan terhadap dirinya dan diputuskanlah bahwa ia akan ditahan dalam tahanan hingga prosedur hukum sampai pada sebuah kesimpulan.

BY adminEdited Tue,14 Nov 2017,09:52 AM
Shaikh Raed Salah di antara rencana jahat Israel terhadap Masjid Al-Aqsa

The Gaza Post - Al-Quds

Al-Quds SPNA - Beberapa kali sudah Pengadilan Israel memperpanjang masa penahanan Shaikh Raed Salah, hingga akhirnya Jaksa Penuntut Umum mengajukan dakwaan terhadap dirinya dan diputuskanlah bahwa ia akan ditahan dalam tahanan hingga prosedur hukum sampai pada sebuah kesimpulan.

Ini bukan kali pertama Shaikh Raed ditahan dan didakwa atas berbagai tuduhan palsu Israel. Pada penahanannya kali ini, Times of Israel melaporkan bahwa para politisi Israel merayakan penahanan Shaikh. Sebelum ini, Menteri Israel Yisrael Katz mengancam akan menangkapnya dan mengirimnya ke pengasingan.

Orang-orang Israel Yahudi merayakan penahanan Shaikh Raed Salah karena ia dianggap sebagai penghambat utama proyek Yahudisasi di kota suci Al-Quds, terutama di Masjid Al-Aqsa. Ia dianggap sebagai salah satu sosok yang mempengaruhi kuatnya pertahanan di masjid tersebut. Setelah menjabat sebagai Walikota Umm Al-Fahm antara tahun 1989 dan 2001, dengan sukarela Shaikh Raed mengundurkan diri dan mengabdikan waktunya untuk membela Tempat Suci Al-Aqsa.

Shaikh Salah mengubah Umm Al-Fahm dari sebuah kelompok besar komunis ke kubu Cabang Gerakan Islam Utara. Pada tahun 1996, dia mulai mengorganisir sebuah demonstrasi tahunan di bawah slogan "Masjid Al-Aqsa dalam Bahaya", di mana dia menyoroti bahaya akibat Yahudisasi di Kota Tua Al-Quds. Ia juga mengungkapkan adanya akibat penggalian "arkeologi" yang dilakukan Israel di bawah Masjid Al-Aqsa. Demonstrasi tersebut terus diadakan setiap tahun hingga 2015, saat Gerakan Islam dilarang oleh pemerintah Israel.

Menurut Ketua Komite Al-Quds Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Shaikh Ahmed Al-Omari, otoritas pendudukan Israel menahan Shaikh Salah karena perannya dalam mengungkap terowongan Israel di bawah Masjid Al-Aqsa, yang telah merusak fondasi struktur. "Dia adalah orang pertama yang mengangkat isu tersebut dan menyoroti fakta bahwa Al-Aqsa dalam bahaya," Al-Omari menjelaskan.

Saat ketegangan meningkat di Al-Aqsa pada pertengahan Juli lalu, Shaikh Salah memainkan peran utama dalam memobilisasi orang-orang Palestina di wilayah-wilayah pendudukan dan di dalam Israel sendiri untuk melakukan demonstrasi.

Pihak berwenang Israel kemudian mendakwa Salah atas tuduhan "hasutan" saat berorasi dan khutbah Jumat yang disampaikan di hadapan para demonstran. Pengacara Shaikh, Mustafa Suhail, mengatakan bahwa surat dakwaan Israel terhadap kliennya "didasarkan pada keputusan politik yang tidak ada hubungannya dengan hukum."

Pengaruh Shaikh Salah dalam memobilisasi masa untuk mendukung Masjid Al-Aqsa sanat jelas. Inilah yang kerap menjadikannya sebagai sasaran pembunuhan oleh pihak Israel. Pada tahun 2010, ia berada diantara para aktivis di atas kapal Mavi Marmara yang mencoba untuk memecahkan pengepungan terhadap Jalur Gaza.

Baik hidup atau mati, pihak berwenang pendudukan Israel percaya bahwa Shaikh Salah harus diasingkan dari masyarakat jika ingin menyelesaikan proyek Yahudisasi Masjid Al-Aqsa. Ada banyak badan Palestina dan internasional yang berdedikasi untuk melindungi Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, namun tidak ada satupun yang bisa menghentikan Yahudisasi di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Belum lama ini, polisi Israel memasang kamera di Masjid Al Aqsa dan hanya sedikit pihak yang bersuara mengenai hal tersebut. Ini menunjukkan bahwa tujuan pengisolasian Shaikh Raed Salah sangat efektif dalam membungkam oposisi terhadap rencana besar-besaran Yahudisasi di Al-Quds.

Memastikan bahwa Shaikh Salah terisolasi dari dunia luar akan membantu otoritas pendudukan Israel untuk melanjutkan proyek Yahudisasi ilegal mereka. Dengan demikian mereka akan bisa mempartisi Masjid Al-Aqsa seperti yang telah mereka lakukan dengan Masjid Ibrahimi di Hebron. Shaikh Raed Salah berdiri di antara Israel dan rencana jahat mereka terhadap Masjid Al-Aqsa; Inilah alasan utama mengapa ia ditahan.

(T.RA/S: The Gaza Post)

leave a reply
Posting terakhir
Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen yang telah 50 tahun dirahasiakan tersebut  berisi laporan terkait usulan para menteri Israel untuk mengurangi populasi warga Palestina di wilayah garis Hijau, Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan cara menekan mereka agar beremigrasi.