Pemerintah Saudi bekukan rekening para tersangka korupsi

Bloomberg News melaporkan, Kamis (16/11/2017), puluhan rekening diblokir atas permintaan Otoritas Pasar Modal, badan pengatur keuangan pemerintah Saudi.

BY adminEdited Fri,17 Nov 2017,12:54 PM
Pemerintah Saudi bekukan rekening para tersangka korupsi

Aljazeera - Riyadh

Riyadh, SPNA - Sebuah laporan menyebutkan bahwa rekening orang-orang Saudi yang dituduh melakukan korupsi telah dibekukan.

Bloomberg News melaporkan, Kamis (16/11/2017), puluhan rekening diblokir atas permintaan Otoritas Pasar Modal, badan pengatur keuangan pemerintah Saudi.

Langkah tersebut langkah yang tempuh oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 4 November yang melakukan penangkapan kepada lebih dari 200 elit Saudi - termasuk 11 pangeran dan pemimpin perusahaan terkemuka - yang dituduh melakukan korupsi.

Laporan Bloomberg tersebut menyusul banyak rekening yang dibekukan di Arab Saudi. Para pengamat berpendapat, itu hanya masalah waktu sebelum rekening luar negeri pun akan menjadi target.

"Menurut sumber perbankan dalam negeri, lebih dari 2.000 rekening bank telah dibekukan," kata Enzo Caputo dari firma hukum Caputo & Partners yang berbasis di Swiss. "Hal ini akan segera dilakukan terhadap bank Swiss."

Caputo mencatat sekitar 55 persen kekayaan elit Saudi disimpan di tax havens, negara di dunia memberikan tarif pajak rendah. Beberapa investor Saudi telah menghubungi perusahaannya dan menyatakan kekhawatiran mereka jika otoritas perbankan Swiss akan membekukan rekening mereka atas permintaan pemerintah Saudi, katanya.

"Rekening mereka sangat mungkin dibekukan," kata Caputo kepada Al Jazeera melalui email.

Sheikh Saud al-Mojeb, Jaksa Agung Saudi, mengatakan bahwa korupsi "sangat banyak ditemukan kasusu korupsi. "

"Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan setidaknya $ 100 miliar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan sistematis selama beberapa dekade," kata Mojeb.

Jaksa Agung mengatakan, lebih dari 200 orang telah dipanggil untuk diinterogasi dan tujuh orang dibebaskan tanpa tuduhan, menurut.

Beberapa analis mempertanyakan apakah penangkapan massal tersebut benar-benar terkait dengan korupsi, ataukah pembersihan oleh putra mahkota untuk menetralisir saingan dan memanfaatkan aset mereka yang luas.

(T.RA/ S: Aljazeera)

leave a reply
Posting terakhir