Netanyahu: Israel dan Mesir bersama hadapi “teror Islam radikal”

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Ahad (19/11/2017), mengatakan bahwa Israel, Mesir dan negara-negara lain memerangi terorisme yang dipraktikkan oleh faksi-faksi ‘Islam radikal.’

BY adminEdited Tue,21 Nov 2017,01:15 PM
Netanyahu: Israel dan Mesir bersama hadapi “teror Islam radikal”

Middle East Monitor - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Ahad (19/11/2017), mengatakan bahwa Israel, Mesir dan negara-negara lain memerangi terorisme yang dipraktikkan oleh faksi-faksi ‘Islam radikal.’

"Hari ini, Mesir dan Israel, serta negara-negara lain, berada pada sisi yang sama dalam perjuangan melawan ‘teror Islam radikal’ di berbagai bidang," Netanyahu menggarisbawahi hal tersebut dalam pertemuan mingguan kabinetnya.

"Hal ini sangat berkontribusi pada keamanan Israel," katanya kepada para menterinya, dengan harapan bahwa "di masa depan, ini juga akan berkontribusi pada perluasan perdamaian."

Pada awal pertemuan tersebut, pemimpin Israel tersebut mencatat peringatan 40 tahun kunjungan mantan Presiden Mesir Anwar Al-Sadat ke Israel. "Hari ini kita menandai 40 tahun kunjungan bersejarah Presiden Mesir Anwar Sadat di Yerusalem dan Israel," ungkap Netanyahu.

"Sejak saat itu, perjanjian damai dengan Mesir dipertahankan meski mengalami pasang surut," tegasnya.

Mengomentari rencana perdamaian Israel-Palestina oleh Presiden AS Donald Trump, Netanyahu mengatakan "Kami mendengar banyak spekulasi selama akhir pekan ini, saya tidak berencana untuk mengatasinya, saya ingin mengatakan, bahwa sikap Negara Israel, dan ini telah dijelaskan kepada teman-teman Amerika kita."

Pada hari Sabtu, sebuah sumber Israel melaporkan bahwa rencana perdamaian Israel-Palestina oleh Trump akan didasarkan pada sebuah negara Palestina yang merdeka di samping Israel. Sumber tersebut menambahkan bahwa Netanyahu bermaksud untuk mengusulkan agar Palestina mengumumkan kemerdekaan, setelah AS akan mengakui negara Palestina tersebut.

Para analis menyakini bahwa pemerintah Mesir, yang dipimpin oleh Presiden Abdel Fattah Al-Sisi, dan pemerintah sayap kanan Netanyahu, keduanya mencari tujuan yang sama di wilayah ini, yang terpenting adalah "memerangi terorisme".

Sejak tahun 1979 perjanjian damai antara Mesir dan Israel, kedua negara tersebut telah mengalami hubungan yang kuat di berbagai wilayah. Surat kabar Ibrani menggambarkan Al-Sisi sebagai "harta strategis" bagi Israel.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply