Ben Tzion, pemuda Yahudi yang memasuki Masjid Nabawi

Ben Tzion, seorang Yahudi Israel kelahiran Rusia, yang telah melakukan serangkaian perjalanan ke tempat-tempat suci di di berbagai negeri Muslim, termasuk masjid-masjid di Iran, Lebanon, Yordania dan Arab Saudi.

BY adminEdited Wed,22 Nov 2017,10:12 AM
Ben Tzion, pemuda Yahudi yang memasuki Masjid Nabawi

The Times of Israel - Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Ben Tzion, seorang Yahudi Israel kelahiran Rusia, yang telah melakukan serangkaian perjalanan ke tempat-tempat suci di di berbagai negeri Muslim, termasuk masjid-masjid di Iran, Lebanon, Yordania dan Arab Saudi.

Senin (20/11/2017), Ben Tzion memposting Foto dan video di akun media sosialnya saat ia berada di Masjid Nabawi di Madinah - situs tersuci kedua umat Islam – yang telah memicu komentar marah dari beberapa pengguna Muslim, yang menyebabkan Instagram menangguhkan akunnya pada hari Selasa. Pada hari Selasa pagi, videonya dari dalam masjid telah dilihat lebih dari 30.000 kali dan mengumpulkan sekitar 3.500 komentar.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Times of Israel, Tzion (31), mengugatakan bahwa orang-orang yang ditemuinya di Teheran, Qom, Beirut atau Riyadh sangat bersahabat dengannya, bahkan setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang Yahudi Israel.

Tzion adalah pria yang lahir dan besar di Rostov-on-Don, Rusia selatan, dia berasal dari keluarga Chudnovskiy. Ia tinggal di Rostov-on Don sampai berusia 19 tahun, ketika orang tuanya mengirimnya untuk belajar bisnis dan kewirausahaan di Babson College, di luar Boston, jelasnya. Di sanalah dia berteman dengan orang-orang dari Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah saat kunjungannya yang terakhir.

Pada 2014, dia memutuskan untuk pindah ke Israel, "Saya orang Yahudi, dan saya bangga. Saya selalu berniat untuk datang ke Israel, "katanya.

Tahun lalu, Tzion melakukan perjalanan ke Teheran dan kota suci Syiah Qom di Iran, untuk mengunjungi teman-teman Persia – baik Yahudi maupun Muslim – yang telah menjalin pertemanan dengannya sejak di perguruan tinggi, katanya.

Tzion mengatakan bahwa ia memasuki semua tempat-tempat tujuannya secara legal, dengan menggunakan paspor asing yang sah dan memperoleh visa kapanpun dibutuhkan. Demikian pulas di Madinah, Tzion melakukannya sesuai peraturan.

Ia menambahkan bahwa Arab Saudi hanya menuntut agar peziarah ke Mekah mendapatkan visa haji khusus, sementara semua situs keagamaan lainnya terbuka untuk umum. Tzion sendiri tidak memiliki rencana untuk pergi ke Mekah, situs tersuci Islam, tambahnya.

(T.RA/S: The Times of Israel)

leave a reply
Posting terakhir