Dokumentasi 13 serangan teroris terbesar di Mesir sejak 2014

Cairo, SPNA - Jumat kemarin, (24/11/2017) sekelompok bersenjata melakukan serangan di sebuah Masjid di Sinai ketika shalat Jumat. Serangan itu menewask.....

BY adminEdited Sat,25 Nov 2017,09:45 AM

Cairo, SPNA - Jumat kemarin, (24/11/2017) sekelompok bersenjata melakukan serangan di sebuah Masjid di Sinai ketika shalat Jumat. Serangan itu menewaskan 235 warga dan melukai 109 lainnya dimana tragedi tersebut  adalah yang  paling berdarah dalam sejarah di Mesir modern.

Serangan terhadap Masjid Al-Raudah di Bir al-Abed di Sinai Utara merupakan bagian dari serangkaian operasi teroris di Mesir dalam 4 tahun terakhir. Sebelumnya sasaran serangan tersebut adalah militer namun dalam beberapa bulan terakhir target serangan diperluas hingga warga sipil.

Sejak 2014 lalu Mesir menghadapi 165 serangan teroris seperti dilaporkan Pusat Studi Politik dan Strategis surat kabar Al-Ahram .

Pada saat yang sama Lembaga Informasi Nasional Mesir  mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis Juli lalu bahwa Mesir menghadapi 6 serangan terorisme pada paruh pertama tahun 2017 dan 25 operasi lainnya di seluruh wilayah, dimana jumlah ini semakin berkurang.

Meskipun demikian, serangan tersebut semakin meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Berikut ini 13 operasi teroris yang paling menonjol di Mesir selama empat tahun terakhir.

Serangan yang terbesar adalah yang terjadi kemarin Jumat (24/11/2017) dimana 235 warga gugur dalam serangan tersebut. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun sebagian besar mengatakan, serangan tersebut dilakukan oleh ISIS.

- Juni 2014 : Empat Pasukan Keamanan tewas dalam serangan bersenjata di kota Rafah, Sinai. Media lokal kemudian menyebutnya ‘’Pembantaian Rafah Ketiga’’ karena  serupa dengan dua serangan sebelumnya.

- Juli 2014: Kelompok  bersenjata melakukan serangan di wilayah Kilometer 100 yang terletak antara oasis Farafra dan laut Utara, sebelah barat Mesir. Serangan itu menewaskan 28 Polisi  dan militer.

Paska serangan, Dewan Pertahanan Nasional Mesir mengadakan  pertemuan di bawah kepemimpinan Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk membahas dan mendiskusikan dampak serangan tersebut dan menyatakan akan membalasnya.

- Oktober 2014: 30 tentara tewas dan 26 lainnya terluka dalam serangan bunuh diri yang menargetkan Karam al-Qawadis,  selatan Sheikh Zuwaid, utara Sinai.

- Januari 2015: Serangan bom mobil di sebuah batalion militer, dekat Museum Nasional di Arish, Sinai Utara yang menewaskan 29 orang dan melukai 80 lainnya.

April 2015: 17 anggota polisi tewas dalam dua serangan, satu menargetkan sebuah kantor polisi di kota Arish, dan yang lainnya menargetkan kendaraan lapis baja di dekat kota Sheikh Zwaid, Sinai Utara.

Mei 2015: 3 hakim Mesir tewas dalam serangan bersenjata di sebuah bus yang mereka tumpangi di daerah Al-Masa'id, Arish. Serangan tersebut juga menewaskan sopir bus dan seorang jaksa.

- Maret 2016: Seragan terhadap wilayah Safa, Arish, menewaskan 18 militer dan 2 polisi.

- Oktober 2016: Sekelompok orang tak dikenal membunuh seorang komandan tentara Mesir di depan rumahnya di utara ibukota Cairo. Pembunuhan  itu adalah serangan  perdana terhadap perwira militer senior sejak pemerintah Presiden Abdul Fatah Al-sisi.

- Desember 2016: Serangan bom bunuh diri menargetkan  Katedral  Abbasiyah, sebelah timur Kairo. 29 orang tewas  termasuk pelaku.

April 2017: Dua serangan terhadap dua gereja di utara Mesir, yang menewaskan setidaknya 45 orang, dimana ISIS mengaku bertanggung jawab dalam serangan itu.

Setelah kejadian tersebut, al-Sisi menetapkan status State Emergency di seluruh wilayah Mesir selama 3 bulan, yang diperbaharui dua kali dan berakhir pada tanggal 13 Januari 2018.

- Mei 2017: 29 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya cedera dalam sebuah serangan bersenjata di sebuah bus yang membawa warga  Koptik di provinsi Menya.

- Oktober 2017: Kontaksenjata antara pasukan keamanan dan kelompok teroris di bagian barat Mesir. Bentrok tersebut menewaskan 16 polisi, termasuk 11 perwira, dan melukai 13 lainnya, termasuk 4 petugas, seperti dilaporkan Kementerian Dalam Negeri Mesir. (T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply