Israel janjikan 5000 Dollar bagi imigran Afrika yang dideportasi

Tel Aviv, SPNA - Surat kabar Inggris The Times,Minggu (27/11/2017)  dalam laporannya mengatakan bahwa pemerintah Israel bersedia membayar  5.000 Dollar Amerika ....

BY adminEdited Tue,28 Nov 2017,08:58 AM

Tel Aviv, SPNA - Surat kabar Inggris The Times,Minggu (27/11/2017)  dalam laporannya mengatakan bahwa pemerintah Israel bersedia membayar  5.000 Dollar Amerika Serikat kepada imigran ilegal Rwanda yang akan di deportasi ke negaranya.  

Times menambahkan setidaknya di Israel terdapat 39.000 imigran Afrika dimana kebanyakan mereka berasal dari Eritrea dan Sudan. Mereka memasuki Israel secara ilegal antara tahun 2006 dan 2012.

Times menambahkan bahwa kasus imigran ilegal di Israel terkesan paradoks. Pemerintah Israel menganggap menganggap sebagai pengungsi yang meninggalkan negaranya karena kasus ekonomi, namun pada saat yang sama Israel  menolak memberi mereka izin tinggal secara permanen.

Tahun 2013 lalu pemerintah Israel juga mendirikan pagar baja setinggi 5 Meter di perbatasan Israel – Mesir untuk menghentikan pengungsi Afrika tersebut menyusup ke wilayah Israel.

Times juga melaporkan beberapa imigran tersebut juga ditahan di pusat penahanan, sebagian lainnya hidup bekerja secara ilegal menjadi pelayan di sejumlah restoran di Tel Aviv.

Sebelumnya Pemerintah Israel, Minggu (19/11/2017) menyetujui rencana penutupan pusat penampungan Holot serta mendeportasi 40.000  imigran Afrika.

Shin Bet mengatakan bahwa 40.000 penyusup Afrika itu diberi 2 pilihan, dipenjara atau meninggalkan Israel.

Menurut data statistik resmi, sejak 30 Juni lalu, 3.8043 imigran Afrika tiba di Israel. 27.494 diantaranya adalah warga Eritrea, 7869 lainnya berasal dari Sudan. BBC melaporkan bahwa kehadiran imigran Afrika tersebut menimbulkan sentimen bagi warga Yahudi  Israel di Selatan Tel - Aviv.

Holot Center adalah fasilitas Israel di padang pasir  yang menampung 1.200 imigran dan akan ditutup dalam waktu tiga bulan,  mulai dari 16 Desember mendatang.

Para imigran tersebut diizinkan meninggalkan fasilitas tersebut di siang hari untuk bekerja.

Organisasi hak asasi manusia internasional mengatakan bahwa Israel telah mengambil sejumlah tindakan selama bertahun-tahun untuk mendorong orang-orang Afrika agar meninggalkan Israel. (T.RS/S:Youm7)

leave a reply