Israel larang penjualan material konstruksi untuk warga Palestina di Negev

Negev, SPNA - Otoritas pendudukan Israel telah memperingatkan perusahaan mengenai penjualan bahan bangunan kepada orang-orang Arab Palestina yang tinggal di desa-desa "tidak dikenal" oleh pemerintah, Arabs48.com melaporkan, Ahad (26/11/2017).

BY adminEdited Tue,28 Nov 2017,12:24 PM

Negev, SPNA - Otoritas pendudukan Israel telah memperingatkan perusahaan mengenai penjualan bahan bangunan kepada orang-orang Arab Palestina yang tinggal di desa-desa "tidak dikenal" oleh pemerintah, Arabs48.com melaporkan, Ahad (26/11/2017). Pemberitahuan peringatan tersebut menjelaskan bahwa polisi Israel akan menyita alat pencampur semen dan peralatan lainnya yang dimiliki oleh perusahaan yang menjual bahan tersebut kepada penduduk desa.

Menurut Arabs48.com, langkah-langkah ini adalah modifikasi undang-undang Israel yang mulai berlaku pada tanggal 10 Oktober yang mencakup tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar perintah tersebut. Perintah untuk berhenti bekerja selama 30 hari juga bisa dikeluarkan dan diberlakukan, demikian pula dengan ijin kerja bisa dibatalkan.

Penduduk desa-desa "yang tidak dikenal" menggambarkan hal tersebut sebagai "tindakan yang tidak logis" karena ada pekerjaan di dalamnya yang tidak memiliki lisensi sebab mereka tidak dikenali oleh negara. Bagaimana, mereka bertanya, dapatkah pihak berwenang Israel menerapkan tindakan hukuman semacam itu dan mengeluarkan perintah "berhenti bekerja"?

Pemilik perusahaan yang terlibat mengatakan bahwa pembatasan ini "merongrong kebebasan kerja dan melanggar peran mereka dalam menawarkan layanan kepada pelanggan di desa-desa ini." Mereka menuduh pihak berwenang Israel mencoba "menghancurkan masyarakat Arab dan mengkriminalkan warga Arab" di Negev.

Jomaa Zabarqeh, dari National Democratic Rally, yang berada dalam Daftar Gabungan Arab di Knesset Israel. Dia mengatakan kepada Arabs48.com bahwa, "Eskalasi ini adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum kebebasan bekerja." MK mencatat bahwa hal itu bertujuan untuk mengubah penggerak kendaraan dinas menjadi "penyidik" yang bekerja untuk pihak berwenang Israel."Ini membahayakan kebebasan bermukim dan mempersiapkan rumah yang memenuhi kebutuhan hidup mereka." Memasuki musim dingin, katanya, orang-orang akan lebih menderita akibat cuaca yang ekstrem.

Kepala Kamar Dagang di kota Negev Rahat, Khalid Abu-Latif, mengatakan, "Praktik-praktik pemerintah Israel ini bertujuan untuk menghancurkan ekonomi di Negev dan meminimalkan aktivitas komersial orang-orang Arab di sana, untuk melaksanakan agenda negara. "Ini, lanjutnya, merupakan kelanjutan dari gagasan Israel bahwa orang-orang Badui Palestina di daerah tersebut menimbulkan bahaya bagi negara. "Pemerintah tidak menginginkan masa depan yang sejahtera bagi kami, maka dijatuhkanlah sanksi permanen kepada kami. Kami tidak setuju dan kami tidak akan menerima kebijakan ini. "

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply