Koalisi pimpinan Amerika Serikat mengaku membunuh lebih dari 800 warga sipil di Suriah dan Iraq

Sedikitnya 800 warga sipil telah terbunuh oleh serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap Islamic State di Irak dan Suriah sejak kampanye tersebut dimulai pada tahun 2014, menurut sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada hari Kamis (30/11/2017).

BY adminEdited Fri,01 Dec 2017,12:05 PM
Koalisi pimpinan Amerika Serikat mengaku membunuh lebih dari 800 warga sipil di Suriah dan Iraq

Asharq Al-Awsat - Virginia

Virginia, SPNA - Sedikitnya 800 warga sipil telah terbunuh oleh serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap Islamic State di Irak dan Suriah sejak kampanye tersebut dimulai pada tahun 2014, menurut sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada hari Kamis (30/11/2017).

Lebih dari lima serangan, semua di Suriah, diselidiki selama sebulan terakhir dan terbukti menghasilkan 15 kematian warga sipil tambahan, uangkap laporan tersebut.

"Kami terus mempertanggungjawabkan tindakan yang mungkin telah menyebabkan cedera atau kematian yang tidak disengaja bagi warga sipil," kata koalisi tersebut dalam laporannya.

Namun, kelompok pemantau mengatakan jumlah korban sipil dari serangan udara koalisi dalam perang melawan Islamic State jauh lebih tinggi daripada yang diketahui Pentagon.

Sejak Agustus 2014, lebih dari 5.000 warga sipil terbunuh akibat serangan udara koalisi di Irak dan Suriah, menurut organisasi Airwars yang berbasis di London yang melacak kematian warga sipil dalam operasi anti-Islamic State.

Mayoritas yang menjadi korban dalam serangan udara koalisi di Suriah adalah warga sipil. Pentagon mengatakan bahwa mereka memperkirakan masih ada 695 korban dari warga sipil, lebih dari 400 di antaranya berasal dari serangan yang dilakukan di Suriah.

Setiap penyelidikan yang kredibel menentukan bahwa "lebih mungkin daripada tidak" bahwa sebuah serangan koalisi mengakibatkan korban sipil, kata laporan tersebut.

"Meskipun semua tindakan pencegahan yang layak dilakukan dan keputusan untuk menyerang mematuhi undang-undang konflik bersenjata, sayangnya jatuhnya korban dari warga masih terjadi," tambah Pentagon.

Sejak dimulainya kampanye melawan Islamic State, koalisi tersebut telah melakukan lebih dari 28.000 serangan dan menghasilkan 1.790 korban sipil, kata laporan tersebut.

(T.RA/S: Asharq Al-Awsat)

leave a reply