Menteri Kebudayaan Mesir gelar malam budaya Mesir-Palestina di Luxor

Cairo, SPNA -  Kementerian Kebudayaan Mesir, Kamis (31/11/2017)  menggelar malam budaya yang mengusung tema "Pengaruh Timbal balik Antara Budaya Mesir dan Palestina sepanjang sejarah"....

BY adminEdited Sat,02 Dec 2017,08:52 AM

Cairo, SPNA -  Kementerian Kebudayaan Mesir, Kamis (31/11/2017)  menggelar malam budaya yang mengusung tema "Pengaruh Timbal balik Antara Budaya Mesir dan Palestina sepanjang sejarah" di Istana kebudayaan, kota  Luxor.

Pagelaran kebudayaan tersebut bertepatan dengan hari peringatan solidaritas dengan Palestina dan peringatan Luxor ibukota Arab.

Acara tersebut diresmikan oleh Dr. Hatem Rabie, Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Kebudayaan Mesir. 

Sejumlah pejabat tinggi hadir dalam acara tersebut, diantaranya:  Duta Besar Palestina di Cairo, Diab Al-Louh, sastrawan sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Yusuf Al-Aqid,  Dr. Ibrahim Al-Bahrawi dan Direktur Biro Media  dan Urusan Kebudayaan Kedubes Palestina,  Naji Naji, serta beberapa  delegasi dari Aljazair dan sejumlah  penulis dan pemikir Mesir.

Dalam pidatonya, Dubes Palestina untuk Mesir, Diab Al-Louh memuji hubungan persaudaraan antara masyarakat Palestina dan Mesir sepanjang sejarah. Dia juga menyatakan dukungan posisi Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi dan angkatan bersenjata dalam menghadapi terorisme dan siapapun yang mencoba melemahkan keamanan dan stabilitas Mesir.

Selain itu Direktur Biro Media dan Informasi Kedubes Palestina juga memaparkan persamaan budaya antara Palestina dan Mesir sebelum dan sesudah terjadinya tragedi di Palestina tahun 1948 hingga hari ini serta pengaruh budaya bersama antara kedua negara.

Dr. Ibrahim al-Bahrawy, Guru Besar Sastra Ibrani di Fakultas Seni, Universitas Ain Shams juga berbicara tentang pengalaman pribadinya dalam interaksi dengan isu Palestina di berbagai level.

Sementara itu  Yusuf al-Qaid dalam pidatonya mengatakan bahwa seandainya bukan karena perang 1948 di Palestina, maka orang-orang Mesir tidak akan melakukan Revolusi 23 Juli yang membebaskan mereka dari 82 tahun pendudukan. ‘’Saya tidak tahu dimana ujung Mesir dan dimana awal Palestina, karena keduanya adalah sama. ‘’ (T.RS/S:Maannews)

leave a reply