Mufti Palestina memperingatkan Trump terkait rencana pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Sheikh Muhammad Hussein, Mufti Agung Palestina, Ahad (03/12/2017), memperingatkan pemerintah Amerika Serikat untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

BY adminEdited Mon,04 Dec 2017,11:18 AM

Yerusalem, SPNA - Sheikh Muhammad Hussein, Mufti Agung Palestina, Ahad (03/12/2017), memperingatkan pemerintah Amerika Serikat untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Jika ada pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel atau kedutaan Amerika dipindahkan ke Yerusalem, ini akan menjadi serangan, bukan hanya terhadap orang-orang Palestina tapi juga terhadap orang-orang Arab Muslim di seluruh dunia," kata Hussein.

Dikatakannya bahwa pemindahan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem akan menjadi ilegal dan melawan hukum internasional, yang memandang Al-Quds sebagai "tanah yang diduduki", dan tidak akan membantu perdamaian dan keamanan di wilayah ini namun lebih cenderung menyebabkan bencana, perang dan ketidakstabilan.

Dia menekankan bahwa penduduk Yerusalem, orang Arab Palestina dan semua Muslim tidak akan menerima pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan melakukan apapun untuk menggagalkannya.

Trump akan memutuskan pada hari Senin apakah dia akan menandatangani pengabaian menunda perpindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan telah berspekulasi bahwa dia mungkin lebih memilih untuk menyatakan pengakuan Amerika atas Yerusalem terlebih dahulu dan menunggu sebelum memindahkan kedutaan.

Pejabat Otoritas Palestina (PA) telah menyatakan kemarahannya atas laporan bahwa Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Mahmoud Al-Habbash, penasihat senior ketua PA Mahmoud Abbas, pada hari Sabtu menyatakan bahwa pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan menghancurkan proses perdamaian.

"Setiap pernyataan Amerika tentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel - jika ada - berarti penghancuran total terhadap proses perdamaian," kata Al-Habbash.

"Seluruh dunia akan membayar mahal atas setiap perubahan atau kerugian akibat realitas politik Yerusalem," ia memperingatkan.

Saeb Erekat, Sekretaris Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada hari Jumat memperingatkan bahwa pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, akan membawanya "bermain dengan api."

(T.RA/S: Israel National News)

leave a reply
Posting terakhir