Pasukan pendudukan Israel tangkap 3 pengacara Palestina

Yerusalem, SPNA - Jaringan Solidaritas Tahanan Palestina, Samidoun, Senin (04/12/2017), melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menangkap tiga pengacara Palestina yang dikenal terlibat dalam memperjuangkan hak asasi warga Palestina dan terutama hak-hak para tahanan Palestina, Senin (04/12/2017).

BY adminEdited Tue,05 Dec 2017,11:55 AM

Yerusalem, SPNA - Jaringan Solidaritas Tahanan Palestina, Samidoun, Senin (04/12/2017), melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menangkap tiga pengacara Palestina yang dikenal terlibat dalam memperjuangkan hak asasi warga Palestina dan terutama hak-hak para tahanan Palestina, Senin (04/12/2017). Ketiga pengacara tersebut adalah; pertama, Khaled Zabarqa, ia ditangkap di rumahnya di Lydd wilayah Palestina 1948. Khales pengacara untuk tahanan Shaikh Read Salah. Kedua, Iyad Misk, ia ditangkap di kediamannya di Kufr Aqab, Yerusalem. Iyad adalah direktur hukum Komisis Urusan Tahanan. Ketiga, Firas al-Sabbah, ia ditangkap di rumahnya di Yerusalem. Firas adalah direktur al-Meethaq Foundation untuk Hak Asasi Manuisia.

Rumah ketiga pengacara tersebut diserang oleh polisi dan agen intelijen yang kemudian menggeledah dan membawa ketiganya. Mereka kemudian dibawa ke pusat interogasi Petah Tikva.

Khaled Zabarqa adalah pengacara yang sangat vokal dalam membela para tahanan politi Palestina dan tahan di wilayah Palestina 1948. Baru-baru ini, pembelaannya terhadap Sheikh Raed Salah menyoroti kurungan isolasi dan target kepentingan politik terhadap Sheikh. Pada tahun 2015 silam, Khaled dilarang memasuki Yerusalem.

Sementara itu, Misk yang juga mantan direktur hukum Pembelaan Anak Internasional - Palestina dan, saat ini sebagai direktur hukum Komisi Urusan Tawanan, memiliki peran penting dalam membela banyak tahanan Palestina di depan pengadilan pendudukan Israel.

Firas al-Sabbah adalah direktur al-Meethaq Foundation, yang menawarkan layanan hukum publik kepada penduduk Yerusalem, termasuk berurusan dengan entitas pendudukan Israel seperti pejabat asuransi, pemerintah kota, dan departemen dalam negeri. Yayasan ini juga bekerja sama dengan Dokter untuk Hak Asasi Manusia untuk mendokumentasikan pelanggaran terhadap narapidana anak dan mendukung orang tua dalam mengajukan keluhan tentang perlakuan terhadap anak-anak mereka.

Penargetan ketiga pengacara tersebut sejalan dengan serangan yang terus berlanjut terhadap pembela hak asasi manusia Palestina seperti Salah Hamouri, pengacara baru Palestina dan peneliti lapangan untuk Asosiasi Dukungan Narapidana Addameer; Hasan Safadi, koordinator media berbahasa Arab untuk Addameer; Issa Amro, penyelenggara al-Khalil melawan permukiman; Khalida Jarrar, anggota parlemen Palestina dan anggota dewan Addameer; Abdallah Abu Rahma, koordinator Komite Populer Bil'in melawan Tembok dan Permukiman.

(T.RA/S: Samidoun)

leave a reply
Posting terakhir