Warga Israel menghindar jadi pasukan elit dalam masa wajib militer

Pasukan wajib militer Israel tidak lagi ditugaskan di unit tempur elit di dalam Pasukan Pertahanan Israel, Media Istael, Haaretz melaporkan, Senin (04/12/2017).

BY adminEdited Wed,06 Dec 2017,09:19 AM
Warga Israel menghindar jadi pasukan elit dalam masa wajib militer

Middle East Monitor - Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Pasukan wajib militer Israel tidak lagi ditugaskan di unit tempur elit di dalam Pasukan Pertahanan Israel, Media Istael, Haaretz melaporkan, Senin (04/12/2017). Menurut Quds Press, 23 persen anggota baru di IDF mengatakan bahwa mereka tidak ingin bergabung dengan korps lapis baja, yang dianggap sebagai unit tempur terpenting.

Data yang dirilis pekan ini juga mengungkapkan kegagalan IDF dalam mencapai peningkatan kualitatif untuk merekrut warga Yahudi religius dalam lima tahun terakhir. Angkatan Darat telah menetapkan target untuk merekrut sebanyak 3.200 orang dari komunitas Yahudi yang religius, namun dalam tahun ini, hanya 2,850 orang yang berhasil direkrut.

Israel mengharapkan adanya perekrutan di tengah krisis yang menghantam IDF dalam tiga tahun ke depan, karena jumlah tentara menurun 5.000 dalam setahun setahun, terlebih setelah pengurangan masa wajib militer menjadi hanya 30 bulan.

Selanjutnya, statistik terbaru menunjukkan bahwa 10.618 tentara Israel telah dipenjara antara bulan Januari hingga November tahun ini, sementara sepanjang tahun 2016, jumlahnya mencapai 14.051. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 persen dipenjara karena alasan menolak wajib militer sama sekali, 34 persen melakukan pelanggaran disiplin; 7 persen terlibat dalam kegiatan kriminal; dan 12 persen diberi hukuman penjara karena alasan lain.

Departemen sumber daya manusia IDF mengatakan bahwa 14,8 persen dari semua prajurit laki-laki keluar dari dinas militer, sementara prajurit wanita mencapai 7,6 persen. Tahun lalu, 7.000 tentara Israel, pria dan wanita, melarikan diri dari dinas wajib militer kurang dari 18 bulan setelah perekrutan.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply