Erdogan ancam putuskan hubungan dengan Israel jika AS akui Yerusalem sebagai ibu kota Yahudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (05/12/2017) mengancam akan memutuskan hubungan dengan Israel jika Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi itu.

BY adminEdited Wed,06 Dec 2017,11:37 AM
Erdogan ancam putuskan hubungan dengan Israel jika AS akui Yerusalem sebagai ibu kota Yahudi

BBC - Istanbul

Istanbul, SPNA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (05/12/2017) mengancam akan memutuskan hubungan dengan Israel jika Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi itu.

Erdogan mengatakan bahwa langkah AS itu telah melewati garis merah bagi umat Islam.

Presiden Otoritas Palestina Nabil Shaath memperingatkan pada sebuah konferensi pers bahwa keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat berarti akhir dari upaya Donald Trump untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Sejumlah Negara internasional juga mendesak Trump untuk membatalkan rencana tersebut.

Erdogan dalam sebuah pernyataan yang dilansir stasiun TV setempat mengatakan, “Yerusalem adalah garis merah bagi umat Islam. Langkah anda ini dapat membawa Turki memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel’’

Disebutkan bahwa Turki membangun kembali hubungan diplomatik dengan Israel tahun lalu setelah enam tahun berhenti paska serangan terhadap kapal Mavi Marmara.

Relokasi dubes AS ke Yerusalem adalah janji Donald Trump dalam kampanye pilpres 2016 lalu. Namun Trump disebutkan telah melampaui batas waktu  mengeluarkan keputusan terkait relokasi tersebut.

Jika hal ini benar-benar terjadi, maka Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak berdiri tahun 1948.

Donald Trump disebutkan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Mahmud Abbas dan beberapa  pemimpin Timur Tengah terkait rencananya itu.

Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Radinah sebelumnya mengatakan, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan kepada Trump bahwa relokasi kedutaan AS ke Yerusalem akan memiliki dampak serius terhadap stabilitas di kawasan.

Sementara itu Gedung Putih, Selasa (5/12/2017) menyatakan bahwa Presiden AS akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pemindahan Al-Quds ke Israel hari ini.

(T.RS/S: BBC)

leave a reply
Posting terakhir