Wakil Presiden AS akan lakukan kunjungan 11 hari ke Yerusalem

Washington, D.C, SPNA - Wakil Presiden AS, Mike Pence, akan mengunjungi Israel dari 17-19 Desember mendatang, ungkap Menteri Luar Negeri pada hari Selasa (05/12/2017).

BY adminEdited Thu,07 Dec 2017,03:55 PM

Washington, D.C, SPNA - Wakil Presiden AS, Mike Pence, akan mengunjungi Israel dari 17-19 Desember mendatang, ungkap Menteri Luar Negeri pada hari Selasa (05/12/2017).

Kunjungan ke Israel akan menjadi bagian dari perjalanan regional yang lebih luas yang juga akan mempertemukannya dengan Otoritas Palestina dan Mesir. Ia diharapkan dapat berbicara di hadapan Knesset, dan menjadi pejabat senior AS pertama yang melakukannya sejak Presiden George W. Bush pada tahun 2008.

Pence, dalam sebuah wawancara di Christian Broadcasting Network (CBN) pada hari Ahad (03/12/2017), mengatakan bahwa ia "merasa rendah" memperoleh kesempatan untuk berbicara di hadapan Knesset.

Selama wawancara tersebut, Pence mengatakan bahwa ia akan menyampaikan "pesan kuat" bahwa "jika dunia tidak mengetahui hal lain, dunia harus mengetahui bahwa di bawah pimpinan Presiden Donald Trump, Amerika berdiri bersama Israel."

Pence mengatakan bahwa saat ia melakukan perjalanan ke daerah tersebut, ia juga akan "menegaskan kembali komitmen kami terhadap perdamaian di wilayah ini."

Trump, kata Pence, "telah jelaskan bahwa kami menginginkan perdamaian." Namun, ia menambahkan, "Orang-orang harus tahu bahwa Presiden Donald Trump tidak akan pernah membahayakan keselamatan dan keamanan Negara Israel di tengah proses tersebut."

Komentarnya muncul di tengah spekulasi bahwa pemerintahan Trump akan menghadirkan rencana perdamaian Timur Tengah yang luas dalam waktu dekat.

Mengenai rencana diplomatik tersebut, serta keputusan mengenai apakah akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, Pence mengatakan bahwa keputusan presiden itu "diketahui melalui komitmennya terhadap hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dan pengetahuannya bahwa rakyat Amerika menghargai sekutu kami Israel, dan akan selalu demikian. "

Pence mengatakan, dirinya dan Trump percaya bahwa hubungan antara rakyat Amerika dan rakyat Israel "tidak lekang oleh waktu.”

(T.RA/S: Jpost)

leave a reply