Ribuan warga Eropa di Jerman, Belanda dan Perancis bersatu dukung Palestina

Frankfurt, SPNA - Sekitar 1.000 warga Jerman Sabtu (16/12/2017) melakukan long march di kota Frankfurt untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump .....

BY adminEdited Sun,17 Dec 2017,09:20 AM

Frankfurt, SPNA - Sekitar 1.000 warga Jerman Sabtu (16/12/2017) melakukan long march di kota Frankfurt untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan  Yerusalem sebagai ibukota bagi Israel.

Pihak Kepolisian Jerman mengatakan kepada Reuters bahwa demonstrasi tersebut berlangsung damai dimana pemerintah kota melarang pembakaran apapun selama demonstrasi berlangsung.

Sebelumnya, Minggu (10/10), sekitar 2.500 orang berdemonstrasi di Berlin melawan keputusan Trump serta membakar bendera Israel. Polisi mengatakan mereka menyelidiki 11 orang yang membakar bendera AS tersebut.

Di Rotterdam, lebih dari 150 warga Belanda dari berbagai organisasi masyarakat sipil berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut. Para pengunjuk rasa membawa slogan-slogan anti-Amerika dan dukungan untuk Yerusalem.

Sementara itu di Perancis, sekitar  2.000 warga di stasiun kota Strasbourg, juga menggelar demonstrasi  mengecam deklarasi AS.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan dukungan untuk Palestina serta menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macaron untuk menolak keputusan AS tersebut.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump, Rabu (06/12/2017) dalam sebuah pidato di Gedung Putih menetapkan Yerusalem adalah ibukota Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

Deklarasi tersebut membangkitkan gelombang demonstrasi dan unjuk rasa  di sejumlah negara Arab, Islam dan Barat.

Selain itu Keputusan Trump juga mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) nomor 478 pada tanggal 20 Agustus 1980 , deklarasi Israel bahwa Al-Quds ibukota Yahudi adalah ilegal. Resolusi tersebut disahkan dengan persetujuan 14 negara DK PBB.

Tahun 2016 lalu UNESCO juga menetapkan  bahwa Yerusalem adalah hak warga Palestina dan Israel tidak memiliki hubungan  sejarah dengan kota suci tersebut.

Rabu lalu, Istanbul menjadi tuan rumah KTT OKI di Istanbul dibawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, dengan partisipasi 16 pemimpin Negara Internasional.

KTT tersebut diakhiri dengan 23 resolusi menuntut negara-negara Internasional untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina. (T.RS/S:SkynewsArabia)

leave a reply