Israel gunakan ‘’gas tak dikenal’’ untuk bubarkan demonstran Palestina

Jalur Gaza, SPNA - Sejumlah surat kabar Palestina menyebutkan, Sabu (23/12/2017) pasukan Israel (IDF) menggunakan jenis gas baru dalam bentrok dengan warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza.

BY adminEdited Sun,24 Dec 2017,12:56 PM

Jalur Gaza, SPNA - Sejumlah surat kabar Palestina menyebutkan, Sabu (23/12/2017) pasukan Israel (IDF) menggunakan jenis gas baru dalam bentrok dengan warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza.

Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Osama Najjar, mengatakan tentara pendudukan Israel menggunakan gas yang tidak diketahui jenisnya yang menyebabkan warga lemas dan pingsan, seperti dilaporkan Maannews.

Najjar menjelaskan bahwa beberapa korban yang tiba ke rumah sakit mengalami kelelahan, sakit kepala, kaku pada saraf, sakit maag dan nyeri pada tulang dan lutut akibat gas tersebut.

Selama dua minggu berturut-turut korban luka-luka menjalani perawatan klinis di Rumah Sakit Eropa  di Jalur Gaza akibat gas tersebut.

Sementara itu dilaporkan jumlah korban jiwa Palestina yang terbunuh akibat bentrok dengan pasukan Israel pasca pengakuan  Presiden AS Donald Trump meningkat menjadi 11 orang sementara lebih dari 3000 lannya lukal-luka.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump, Rabu (06/12/2017) menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

Keputusan Trump menimbulkan gelombang demonstrasi di seluruh dunia serta mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Selama tiga minggu berturut-turut demonstrasi di sejumlah wilayah Palestina terus berlanjut untuk menentang  deklarasi Presiden AS Donald Trump terhadap Al-Quds Timur serta rencana merelokasi kedubes AS ke kota suci tersebut.

Kamis lalu, (21/12/2017) Majelis Umum PBB dengan dukungan 128 negara telah menyetujui rancangan resolusi yang diajukan oleh Turki dan Yaman menetapkan bahwa status Al-Quds/Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah AS Senin lalu memveto rancangan resolusi yang diajukan Mesir ke Dewan Keamanan, yang memperingatkan konsekuensi serius dari keputusan AS dan menuntut penghapusannya. (T.RS/S:SkynewsArabia)

leave a reply