Pengadilan Israel tolak bebaskan 2 remaja Palestina, Ahad Tamimi dan Fauzi Al-Junaidi

Betlehem, SPNA - Pengadilan Israel, Minggu (24/12/2017) menolak membebaskan Ahad Tamimi, gadis Palestina yang dijuluki memiliki keberanian 100 lelaki dan simbol perjuangan Palestina.

BY adminEdited Mon,25 Dec 2017,10:42 AM

Betlehem, SPNA - Pengadilan Israel, Minggu (24/12/2017) menolak membebaskan Ahad Tamimi, gadis Palestina yang dijuluki memiliki keberanian 100 lelaki dan simbol perjuangan Palestina.

Tamimi didakwa menyerang pasukan Israel setelah menampar pasukan Israel yang berdiri didepan rumahnya.

Sebuah video beredar di media sosial dimana Tamimi memasuki ruang sidang sambil tersenyum.

‘’Tidak penjara, tidak pula kematian yang membuat saya takut, saya adalah gadis Palestina dan semua orang mengenal saya’’, kalimat ini diucapkan gadis Palestina Ahd al-Tamimi gadis Palestina berusia 17 tahun, ketika mengusir dua tentara zionis  Israel bersenjata lengkap yang berdiri di halaman rumahnya.

Dalam sebuah video yang disiarkan di Twitter terlihat Al-Tamimi mengusir pasukan Israel yang berdiri di halaman rumahnya di desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Al-Tamimi bahkan mengejar dan menampar mereka di wajah. Sikapnya ini membuatnya layak dijuluki gadis paling berani seperti disebutkan surat kabar Mesir Youm7.

Dua tahun yang lalu, Tamimi berhasil menyelamatkan saudara laki-lakinya yang berusia 8 tahun.

Surat kabar Palestina dan Israel melaporkan, Selasa (19/12/2017) pasukan Israel yang bersenjata lengkap meranhsek masuk ke desa Nabi Salih hanya untuk menangkap gadis berusia 17 tahun tersebut.

Sejak kecil Tamimi sudah terlibat dalma demonstrasi menolak pendudukan Israel, video sebelumnya menunjukkan Taimi dengan gagah beranin menantang prajurit Israel.

Fauzi Al-Junaidi

Sementara itu dilaporkan jaksa penuntut umum militer Israel menolak membebaskan pemuda Palestina, Fauzi Al-Junaidi walaupun dengan denda 10.000 Shekkel.

 Detik-detik penangkapan Junaidi oleh 23 prajurit Israel

Rashad al-Junaidi, anggota keluarga Fauzi, mengatakan bahwa Pengadilan Israel memutuskan untuk membebaskan Fauzi dengan  tebusan 10.000 shekel, namun jaksa penuntut militer tersebut keberatan dengan keputusan itu.

‘’Jaksa Penuntut militer menuduh Fauzi melempari batu ke arah tentara Israel, dan ini disaksikan oleh tiga tentara Israel.’’

Selama tiga minggu berturut-turut demonstrasi di sejumlah wilayah Palestina terus berlanjut untuk menentang  deklarasi Presiden AS Donald Trump terhadap Al-Quds Timur serta rencana merelokasi kedubes AS ke kota suci tersebut. 

11 warga Palestina gugur dalam demonstrasi tersebut sementara 3000 lainnya luka-luka. Badan Urusan Narapidana Palestina melaporkan bahwa siklus penangkapan terhadap warga juga terus bertambah dejak Deklarasi Trump dimana Israel menargetkan remaja Palestina dibawah 18 tahun. (T.RS/S:Maannews)

leave a reply